Dark/Light Mode

Bicara Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Sri Mulyani Ceria Banget

Jumat, 24 September 2021 07:50 WIB
Menkeu Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita secara vistual, Kamis (23/9/2021). (Foto: Dok. Kemenkeu)
Menkeu Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita secara vistual, Kamis (23/9/2021). (Foto: Dok. Kemenkeu)

 Sebelumnya 
Anggota Komisi XI DPR, Hendrawan Supratikno juga mengamini penjelasan Sri Mulyani. Karena pihaknya juga memprediksi kisaran angka yang sama. Badan Pusat Statistik (BPS) dan BI juga beberapa kali memberi masukan yang sama.

Kata Hendrawan, selain konsumsi, pertumbuhan ekonomi kali ini sangat dipengaruhi komponen ekspor dan investasi sebagai faktor penguat. Dia memprediksi, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 di kisaran 3,5-4,3 persen.

Baca juga : Pembiayaan Utang Agustus Turun 20 Persen, Ini Penyebabnya

“Mudah-mudahan bisa dicapai. Sudah beberapa tahun ini ekonomi kita mengalami tekanan. Mudah-mudahan pasca pandemi ada momentum, dan daya dorong baru,” harapnya.

Pengamat punya hitungan sendiri. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira berpesan, agar tidak berharap banyak di kuartal III. Karena konsumsi rumah tangga periode Agustus mengalami penurunan yang cukup dalam. Sementara pada September, kenaikannya bertahap meski sudah ada pelonggaran.

Baca juga : Hadapi Tantangan Ekonomi, Perlu Kerja Sama Lintas Sektor

Salah satu yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi ada di ekspor. Karena surplus neraca perdagangan di Agustus sangat tinggi, yakni 4,7 miliar dolar AS. Meski begitu, ia berpesan agar motor ekonomi lainnya harus diperhatikan. Contohnya belanja pemerintah yang masih lambat.

“Bu Sri Mulyani masih komplain serapan anggaran di level daerah yang rendah. Banyak Pemda masih parkir dana di perbankan. Itu menunjukkan serapan anggarannya belum bisa diandalkan untuk jadi penopang pertumbuhan di kuartal III,” urai Bhima.

Baca juga : Tumbuh 8 Persen, Industri Furnitur Tahan Banting Hadapi Pandemi

Di sektor investasi, memang terjadi peningkatan. Namun masih sangat bergantung dari seberapa cepat konsumsi rumah tangga. Pemulihan investasi masih parsial. Karena banyak bergerak di sektor mineral dan digital.

Dengan indikator tersebut, Bhima memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III di kisaran 3 persen, dan berada di rentang 2-3 persen sampai akhir 2021. Artinya, masih butuh waktu untuk bisa kembali ke level sebelum pandemi, yakni rata-rata di kisaran 5 persen. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.