Dark/Light Mode

Ekonomi Tumbuh 5 Persen?

Berat Bos...

Senin, 27 September 2021 08:56 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Antara)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berbicara realistis soal pertumbuhan ekonomi di akhir tahun nanti. Bahlil menyatakan, dengan kondisi sekarang, untuk mencapai pertumbuhan 5 persen, berat.
 
Hal itu disampaikan Bahlil saat menanggapi hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia (IPI), kemarin. Di satu sisi, ia optimis ekonomi masih bisa tumbuh positif hingga akhir tahun nanti. Di lain sisi, ia tak muluk-muluk. Ia memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi di akhir tahun mentok di bawah 5 persen.
 
"Tumbuh di 5 persen agak berat ya. Saya harus fair, 5 persen agak berat," kata Bahlil, yang mengikuti rilis hasil survei IPI secara virtual dari Papua, kemarin.
 
Mantan Ketua Umum HIPMI ini mengakui, di kuartal II-2021 terjadi lonjakan besar. Dari 0,74 persen di kuartal I-2021, menjadi 7,07 persen di kuartal II-2021. Namun, dia tidak terlena dengan lonjakan ini.
 
Bahlil memprediksi, pertumbuhan di kuartal III-2021 hanya di kisaran 4 sampai 4,3 persen. "Kalau sampai pada 4 (persen) itu masih optimis saya. Sekitar 4 sampai 4,3, masih optimis saya," ucapnya.
 
Putra Papua Barat ini merasa, sudah ada modal besar untuk mencapai angka itu. Di antaranya, semakin kompaknya tim ekonomi dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf. 
 
Ia pun memuji duet Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam penanganan Covid-19. Luhut fokus mengawal pelaksanaan PPKM di Jawa-Bali, Airlangga memegang di luar Jawa-Bali. Bahlil mengaku selalu berkoordinasi aktif dengan kedua Menko tersebut dalam menyelesaikan setiap perkara investasi di daerah selama pandemi Covid-19.
 
"Saya pikir baik sekali duet ini. Tinggal ke depan kita akan berkolaborasi bersama-sama. Tapi, sebaik-baiknya senior kami ini, tanpa dibantu seluruh rakyat Indonesia, nggak akan bisa. Butuh kerja sama," lanjutnya.
 Selanjutnya