Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ekonomi Tumbuh 7 Persen Lagi Pak?

Jokowi Geleng Kepala

Jumat, 27 Agustus 2021 08:05 WIB
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Peresmian Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/8/2021). (Foto: BPMI Setpres/Rusman)
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Peresmian Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/8/2021). (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi memilih bersikap realistis soal pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun ini. Meledaknya kasus Corona di bulan Juni dan Juli kemarin, diakui Jokowi, berdampak pada sektor perekonomian. Bakal 7 persen lagi Pak? Kali ini, Jokowi memilih geleng kepala. Katanya, di kuartal III nanti, pertumbuhan ekonomi bakal lebih rendah.

Sikap Jokowi ini berbanding terbalik saat memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II kemarin. Saat itu, Jokowi begitu optimis, ekonomi di kuartal II bakal mencapai 7 sampai 7,5 persen. Melandainya kasus Corona di bulan Februari hingga Mei, serta aktivitas ekonomi seperti konsumsi rumah tangga, ekspor-impor hingga naiknya investasi, jadi acuan pertumbuhan ekonomi bakal naik.

Ternyata, prediksi kepala negara terbukti. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II2021 naik tajam ke level 7,07 persen.

Berita Terkait : Ekonomi RI Tumbuh Di Atas Vietnam-Korsel, Airlangga Happy

Bagaimana dengan kuartal III? Dalam sambutannya di acara Peresmian Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Jokowi tidak lagi meledak-ledak. Kepala negara memilih mengawali pidatonya dengan membahas soal penanganan kasus Corona.

Data-data kasus aktif harian, sejak awal tahun hingga akhir Agustus ini, dipaparkan pada seluruh peserta sarasehan. Termasuk tingkat keterisian rumah sakit. Kesimpulannya, Jokowi menyebut, penanganan Corona sudah jauh lebih terkendali.

Namun, untuk pertumbuhan ekonomi, eks Gubernur DKI Jakarta ini mengakui, angkanya tidak akan sama seperti di kuartal II. “Kami pastikan, pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga akan lebih rendah dari kuartal kedua,” aku Jokowi.

Berita Terkait : Pak Jokowi Senyum, Tapi Tidak Lebar

Kok bisa? “Kasus Covid itu berimbas pada ekonomi. Kita berharap, dengan kasus Covid yang mulai turun ini, ekonomi kita bisa bangkit tahap demi tahap,” papar Jokowi.

Agar keseimbangan pertumbuhan ekonomi terjaga, Jokowi kembali menyinggung gas dan rem. Maksudnya, fokus tangani Corona, ketika membaik, maka ekonomi bakal pulih lagi.

Tiga strategi besar diusung eks Wali Kota Solo ini terkait bisnis negara di masa depan. Pertama, melakukan hilirisasi. Menurutnya, Indonesia saat ini mulai menyetop ekspor berupa bahan mentah. Barang yang diekspor minimal dalam bentuk setengah jadi.
 Selanjutnya