Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,06 persen di level Rp 14.262 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.257 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang turun 0,1 persen, baht Thailand minus 0,18 persen, won Korea Selatan melemah 0,49 persen, dolar Singapura turun 0,08 persen, ringgit Malaysia menguat 0,08 persen, dan yuan China naik 0,01 persen.
Indeks dolar AS terpantau menguat 0,07 poin atau 0,08 persen ke 93,397. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro dibuka minus 0,22 persen ke level Rp 16.601, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,26 persen ke level Rp 19.457, dan terhadap dolar Australia juga minus 0,22 persen ke level Rp 10.344.
Baca juga : Mensos: Data PB JK Akan Terintegrasi Dengan DTKS
Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, rupiah kembali melemah hari ini lantaran kenaikan tingkat imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun.
“Hal ini memberikan sentimen negatif untuk rupiah. Kemarin yield sudah mencapai 1,51 persen, level tertinggi sejak 29 Juni 2021,” sebutnya di Jakarta, Selasa (28/9).
Kenaikan yield, kata Ariston, biasanya didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan pengetatan moneter oleh The Fed. Bank sentral AS itu diproyeksi mulai melakukan tapering off akhir 2021.
Baca juga : Dijodohin Sama Ariel, Masih Ingat Ashraf
The Fed diekspektasikan memulai program tapering yaitu mengurangi pembelian obligasi pada akhir tahun ini dan mengakhiri pembelian di pertengahan tahun depan.
Selain itu, minat pasar untuk berinvestasi di aset berisiko juga menurun. Hal itu terlihat dari pelemahan indeks saham di Asia.
"Penurunan minat pasar terhadap aset berisiko pagi ini di mana indeks saham Asia terlihat melemah juga bisa menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," jelasnya.
Baca juga : Ogah Terlena, Polri Tetap Fokus Kendalikan Covid-19
Ia memproyeksi rupiah bergerak melemah dengan rentang support Rp 14.240 per dolar AS dan resistance Rp 14.280 per dolar AS. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya