Dewan Pers

Dark/Light Mode

Arus Kunjungan Kapal Naik 32 Persen

Anak Usaha Pelindo I Catat Kinerja Positif

Rabu, 29 September 2021 08:57 WIB
PT Prima Multi Terminal (PMT), anak usaha Pelindo 1 yang merupakan terminal operator Pelabuhan Kuala Tanjung merayakan HUT ke-7 pada Senin, 27 September 2021. (Foto: Dok Pelindo I).
PT Prima Multi Terminal (PMT), anak usaha Pelindo 1 yang merupakan terminal operator Pelabuhan Kuala Tanjung merayakan HUT ke-7 pada Senin, 27 September 2021. (Foto: Dok Pelindo I).

RM.id  Rakyat Merdeka - Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo I (Persero), yakni PT Prima Multi Terminal (PMT), mencatatkan kinerja pelabuhan di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) menunjukkan pertumbuhan yang positif. Arus kunjungan kapal yang dilayani sampai Agustus 2021 sebanyak 248 call. Atau naik 32 persen dibanding­kan periode sama tahun 2020 sebanyak 169 call.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PMT, Rudi Susanto, bahwa arus peti kemas sampai Agustus 2021 juga meningkat 31,5 persen, dari 31.956 TEUs (Twenty Foot Equivalent Unit) di periode sama tahun 2020 menjadi 42.023 TEUs.

Begitu juga dengan pertum­buhan bongkar muat curah cair yang mengalami peningkatan, yakni hingga Agustus 2021 tercatat throughput curah cair mencapai 485.378 ton. Jumlah ini meningkat signifikan sebanyak dua kali lipat dari capaian pada periode yang sama tahun 2020 sebanyak 242.491 ton.

Berita Terkait : Progres Pembangunan KIT Batang Terus Membaik

“Pertumbuhan throughput di KTMT menunjukkan pertum­buhan yang signifikan setiap tahunnya,” ujar Rudi melalui siaran pers, kemarin.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelindo I Prase­tyo menjelaskan, PMT merupakan operator terminal di Pelabuhan Kuala Tanjung yang menghadap langsung ke Selat Malaka. Ini merupakan jalur pelayaran utama yang dilewati sekitar 120.000 kapal. Sehingga dikenal sebagai salah satu jalur lalu lintas pelayaran tersibuk di dunia.

“PMT harus lebih agile ke depannya dan mampu mencip­takan value creation untuk bisa bersaing dalam jaringan logistik global,” katanya.

Berita Terkait : Luhut Bolak Balik Ke Kantor Polisi

Untuk itu, sambung Prasetyo, semua pihak harus berupaya mengoptimalkan manfaat lokasi strategis Pelabuhan Kuala Tan­jung yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Terlebih, akhir tahun lalu pihaknya juga telah melakukan rebranding konsep Kuala Tanjung. Yang terdiri dari kawasan pelabuhan dan kawasan industri sebagai Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (Kuala Tanjung PIE). Hal ini bertujuan untuk menarik minat jaringan logistik global agar berinvestasi di Kuala Tanjung.

“PIE diibaratkan sebagai sebuah kue yang enak untuk dikonsumsi. Artinya, ini bermakna bahwa Kuala Tanjung menjadi wilayah yang potensial untuk melakukan investasi,” tuturnya.

Berita Terkait : HUT Ke-52, Pertamina Trans Kontinental Catatkan Kinerja Positif

Tidak hanya itu, tepat di usianya yang ketujuh tahun ini, perusahaan juga me-launching logo Kuala Tanjung PIE, yang memi­liki makna terus bergerak maju dalam mengembangkan logistic and supply chain business. [IMA]