Click Here

Dark/Light Mode

Penuhi Kebutuhan Perumahan, Ekosistem Industri Properti Perlu Dibenahi

Kamis, 14 Oktober 2021 10:32 WIB
Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Indonesia, Budiarsa Sastrawinata. (Foto: ist)
Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Indonesia, Budiarsa Sastrawinata. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kualitas ekosistem industri properti dinilai cukup krusial tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan permukiman saja, tetapi juga untuk menggerakan ekonomi. 

Pasalnya, Industri properti beririsan langsung dengan industri-industri ikutan di dalam lingkupnya, ataupun dengan industri penunjang yang berkaitan lainnya.

“Ekosistem industri properti peranannya sangat penting dan perlu dibenahi agar pemenuhan kebutuhan perumahan, permukiman bisa dilakukan secara efektif dan efisien,” ungkap Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Indonesia, Budiarsa Sastrawinata dalam Indonesia Housing Forum yang digelar daring pada Kamis, (14/10).

Berita Terkait : Kemenperin Ngebet Bangun Ekosistem Industri Halal

Ia memaparkan cakupan industri properti sangat luas karena di dalamnya mencakup berbagai aspek seperti kawasan permukiman yang terdiri atas perumahan, ruko, apartemen. Lalu kawasan superblock yang terdiri atas pusat belanja dan perkantoran. 

Kemudian Kawasan TOD yang terdiri atas bandara dan pelabuhan. Kawasan pariwisata yang terdiri atas resort, hotel dan eco tourism. Ada juga Kawasan kota baru dan peremajaan kawasan kota, hingga kawasan industri, KEK dan EPZ. 

Semuanya itu terkoneksi dengan kebutuhan jasa keuangan seperti perbankan, pajak, REITs, Tapera dan BPJS, serta terkoneksi dengan jasa penunjang lainnya seperti brokerage, konsultan, manajemen pengelola gedung dan perumahan.

Berita Terkait : PT Pertamina Lubricants Perkuat Ekosistem Industri Nasional

“Industri properti memiliki keterkaitan dengan industri konstruksi, infrastruktur, pariwisata, manufaktur dan jasa keuangan,” ungkap Budiarsa. 

Ia menyebut, bila dihimpun dengan sektor terkait secara keseluruhan mulai dari kontribusi sektor perumahan; konstruksi; transportasi dan pergudangan; penyediaan akomodasi dan makan minum; pengadaan listrik dan gas; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang; jasa keuangan hingga asuransi, industri properti bisa memberikan kontribusi terhadap PDB Nasional mencapai sekitar 7-9 persen.

“Industri properti juga bisa menimbulkan efek berganda terhadap 175 industri dan 350 UKM terkait. Penggunaan material lokal bisa 90-100 persen, serta memperkerjakan sedikitnya hingga 30 juta tenaga kerja,” kata Budiarsa.

Berita Terkait : Pangdam Udayana Bangun Pompa Hidram Di Tabanan

Menurutnya, rantai pasok industri properti perlu diidentifikasi secara rinci untuk membenahi permasalahan dan kebijakan, mulai dari tata ruang, ketersediaan lahan dan kepastian hukum pertanahan, kemudahan perijinan, bahan bangunan, insentif, pemasaran, pembiayaan dan tata kelola operasional.

“Bila ekosistem industri propertinya baik, supply chain (rantai pasok) nya juga baik, maka akan mempermudah akselarasi pengembangan kebutuhan di sektor ini,” tandas Budiarsa.
 Selanjutnya