Dark/Light Mode

Penggabungan Pelindo Perkuat Industri Pelabuhan

Kamis, 14 Oktober 2021 15:58 WIB
Dirut Pelabuhan Indonesia, Arif Suhartono. (Foto: ist)
Dirut Pelabuhan Indonesia, Arif Suhartono. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah resmi menggabungkan Pelindo. Penggabungan ini akan memperkuat industri kepelabuhan nasional dan menurunkan biaya logistik. 

Begitu kata Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Arif Suhartono saat meresmikan Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo seperti dikutip dari Antara, Kamis (14/10).

Arif mengatakan, selama ini pengelolaan layanan kepelabuhanan dilakukan secara terpisah. Sedangkan, kapabilitas dari masing-masing Pelindo tidak sama dari sisi keuangan sumber daya manusia dan pengalaman. 

Berita Terkait : Penuhi Kebutuhan Perumahan, Ekosistem Industri Properti Perlu Dibenahi

Hal itu berakibat pada adanya perbedaan layanan yang diberikan yang pada akhirnya berdampak pada ketidakefisienan sistem logistik nasional. Oleh karena itu, penggabungan menjadi satu Pelindo ini akan memudahkan koordinasi dalam pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah 

“Ini akan mendorong peningkatan konektivitas dengan internal yang akan berdampak kepada meningkatnya kegiatan perekonomian daerah pada berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, penggabungan juga membuka kesempatan perusahaan untuk go global, sebagaimana meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar kedelapan di dunia dengan total truk peti kemas pada tahun 2019 sebesar 16,7 juta TEUs.

Berita Terkait : Ke NTT, Jokowi Siap Resmikan Penggabungan Pelindo Dan Terminal Multipurpose Di Labuan Bajo

"Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan dan memperkuat permodalan perusahaan," ungkap Arif.

Diakuinya penggabungan Pelindo telah diwacanakan sejak lebih dari 20 tahun yang lalu. Maju tidaknya industri kepelabuhanan dan logistik Indonesia, kata dia, bukan hanya karena penggabungan Pelindo semata namun dukungan pemerintah, kementerian, parlemen, serta sinergi antar stakeholder kepelabuhanan.

Pada kesempatan tersebut Arif pun memohon dukungan agar Pelindo dapat menjalankan misi dan mewujudkan visi untuk menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan berkelas dunia. [DIT]