Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Pulihkan Ekonomi, RI-Taiwan Kerja Sama Industri

Selasa, 12 Oktober 2021 21:25 WIB
Menteri Perindustian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: ist)
Menteri Perindustian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Taiwan terus meningkatan kerja sama di sektor industri dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara. Hal ini salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Indonesia-Taiwan Industrial Collaboration Forum (ITICF).

“Kami berharap, Indonesia dan Taiwan dapat tumbuh bersama dalam upaya mengembangkan sektor industri manufaktur, khususnya di sektor yang menggunakan teknologi tinggi (high-tech),” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada pembukaan ITICF ke-4, Selasa (12/10).

Agus  menjelaskan, kolaborasi antara Indonesia dengan Taiwan pada sektor industri dalam kerangka ITICF telah berlangsung sejak tahun 2017 melalui beberapa sub forum, di antaranya Sub-Forum of Shipbuilding, Sub-Forum of Internet of Things (IoT), Sub-Forum of Food and Biotechnology, dan Sub-Forum of Metal Processing. 

Baca juga : Kunjungi SMA Combony Ethiopia, Dubes Al Busyra Bahas Kerja Sama Pendidikan

“Kami juga berharap agar ITICF ke-4 ini dapat memperkuat kolaborasi yang telah terbangun serta terus menggali dan mengoptimalkan peluang kerja sama antara kedua belah pihak,” tuturnya.

Penyelenggaraan ITICF ke-4 merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah diadakan pada Desember 2019 di Taipei, Taiwan. Forum ini menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengembangan sektor industri kedua negara sejak empat tahun lalu.

Agus optimistis, kerja sama kedua negara di sektor industri akan mempercepat pemulihan ekonomi akibat imbas pandemi Covid-19. Selain itu, kolaborasi ini dapat berkontribusi secara nyata dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Baca juga : Indonesia Vs Taiwan, Witan Siap Tempur

“Semoga ITICF ke-4 ini dapat menjadi role model dan platform untuk aksi konkret yang dapat ditindaklanjuti oleh para pelaku industri, sehingga memberikan manfaat luas bagi kedua pihak,” ungkap Agus.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Eko S.A. Cahyanto menyampaikan, pelaksanaan ITICF ke-4 berfokus kepada upaya penguatan dan percepatan kolaborasi antara sektor industri Indonesia dan Taiwan, serta untuk menjadikan Indonesia sebagai production base bagi industri kedua pihak.

“Pada ITICF ke-4 ini, dilaksanakan pula dua penandatanganan MoU sebagai upaya yang konkret untuk mendorong kolaborasi yang lebih kuat dalam pengembangan industri,” ujar Eko. 

Baca juga : Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Ini Strategi Menuju Kemandirian Industri Baja Nasional

Pertama, MoU on Explore Opportunity in use of Seaweeds or Their Processing-by-products in Food or Agricultural Sectors. Penandatanganan dilakukan oleh PT Hakiki Donarta (Indonesia), Kings Ground BioTechCo. Ltd (Taiwan) dan Food Industry Research and Development Institute (FIRDI) Taiwan.

Kedua, MoU on Industry-Academia Cooperation Project and On-The-Job Training Courses. Penandatanganan dilakukan oleh Kampuh Welding dan National Kaohsiung University of Science and Technology (NKUST). 

“Besar harapan kami, kerja sama yang ditandatangani tersebut akan segera diikuti oleh aksi nyata oleh para pelaksananya. Sehingga dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi para pihak pada khususnya dan sektor industri pada umumnya,” jelas Eko. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.