Dark/Light Mode

Internet Lemot, Logistik Mahal

Industri Jual Beli Online Hadapi Banyak Hambatan

Kamis, 23 Mei 2019 05:33 WIB
Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

 Sebelumnya 
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia ( idEA) Ignatius Untung mengaku, logistik masih menjadi tantangan berat yang dihadapi pelaku e-commerce. Menurutnya, akses untuk menjangkau daerah diluar pulau besar cenderung lebih sulit dan mahal dibanding dengan daratan.

“Tapi, bukan berarti pengiriman di pulau besar tidak mengalami hambatan. Jangka waktu yang dibutuhkan saat mengirim produk ke daerah tujuan terlampau panjang,” ujarnya.

Baca juga : Kemenperin Gembleng Industri Hadapi Era 4.0

Hambatan tersebut tidak bisa terlepas dari kondisi infrastruktur di Indonesia yang belum merata, terutama dari segi kualitas jalan. Namun, Untung optimistis permasalahan ini dapat segera teratasi seiring dengan prioritas pemerintah terhadap pembangunan jalan tol dan jalan layang.

Permasalahan berikutnya adalah keberadaan perusahaan pengiriman dan logistik yang belum merata di berbagai daerah. Dampaknya, jangkauan pengiriman masih terpusat di kota-kota besar, sehingga sulit saat mengirimkan satu paket ke daerah yang belum terjangkau perusahaan.

Baca juga : Top, Bukalapak Bantu UKM Go International

Untung mengakui, isu logistik pada dunia e-commerce sudah menjadi tantangan sejak lama. Beberapa perusahaan sudah mencoba mengantisipasinya termasuk dengan membuat jaringan logistik sendiri seperti Lazada melalui Lazada Express.

Dilemanya, ketika perusahaan e-commerce membuka jaringan logistik di tempat subur, omzet untuk perusahaan pengiriman dan logistik dapat menurun. “Kalau turun omzet, mereka gimana bangun di daerah lain. Ini seperti efek domino,” ucap Untung.

Baca juga : Penumpang Pesawat Turun, Pendapatan AP I Tergerus Hingga Rp 300 M

CEO Blibli.com Kustomo Martono mengatakan, sistem pembayaran yang aman masih menjadi hambatan bagi pelaku e-commerce. Menurutnya, saat ini konsumen ecommerce masih mengandalkan pembayaran melaui transfer ATM saat melakukan transaksi.

“Kami masih mengembangkan sistem pembayaran yang aman dan nyaman. Ini masih menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku e-commerce,” ujar Kustomo. (ASI)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.