Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Goodbye Proteksi BUMN
Jokowi: Maaf, Itu Terlalu Enak Sekali
Sabtu, 16 Oktober 2021 15:12 WIB
Sebelumnya
Agar proses adaptasi tersebut berjalan cepat, Jokowi menyarankan BUMN untuk berpartner dengan perusahaan global terbaik. Dia yakin, tawaran tersebut tidak akan ditampik, karena Indonesia diprediksi tembus kekuatan ekonomi 4 besar dunia.
"Cara paling cepat beradaptasi, ya ber-partner. Perusahaan global mana yang paling baik, ajak saja. Pasti mau. Kita ini sudah dinilai prospek ke depan, 10-20 tahun yang akan datang, ekonomi kita masuk 4 besar dunia. Siapa yang nggak mau? Mau semua. Jadi, sekali lagi, BUMN harus berani berkompetisi," jelasnya.
Baca juga : Main Bola Pada Pembukaan PON, Jokowi: Mari, Tunjukkan Prestasi!
Jokowi mengingatkan para pimpinan BUMN, untuk senantiasa menghitung social impact dan nilai keekonomiannya. Agar kita tahu, seperti apa pertumbuhan ke depannya.
Kalkulasi harus dibuat, sekalipun menerima penugasan pemerintah. Harus jelas, berapa internal rate of return (IRR)-nya, dan berapa suntikan yang dibutuhkan dari APBN.
Baca juga : Ganjar Terbahak-bahak
"Jangan sampai, begitu menerima penugasan, rebutan. Tidak ada kalkulasinya. Kemudian ngambil pinjaman untuk jangka pendek. Padahal, infrastruktur itu jangka panjang. Udah nggak ketemu. Itu tugas saudara-saudara untuk menghitung. Kalau tidak logis, ya dibuat logis dengan kalkulasi," tutur Jokowi,
"Kultur yang dulu-dulu harus ditinggalkan," tegasnya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya