Dark/Light Mode

Ringankan Beban APBN

REI Support Pembangunan Ibukota Baru

Kamis, 23 Mei 2019 09:21 WIB
Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata (kiri) dan Wakil Ketua Umum REI Bidang Komunikasi, Promosi dan Pameran Ikang Fauzi saat diskusi Perencanaan Pembangunan Ibu Kota Baru di,  Jakarta, Rabu (22/5). (Foto: Novalliandy/Rakyat Merdeka).
Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata (kiri) dan Wakil Ketua Umum REI Bidang Komunikasi, Promosi dan Pameran Ikang Fauzi saat diskusi Perencanaan Pembangunan Ibu Kota Baru di, Jakarta, Rabu (22/5). (Foto: Novalliandy/Rakyat Merdeka).

 Sebelumnya 
Namun, Eman yang juga menjabat Presiden Federasi Realestat Dunia (FIABCI) Asia Pasifik itu mengatakan, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dalam pengembangan kota baru.

Pertama, aspek geografis dimana mencakup perhitungan potensi bencana, tanah gambut atau bukan, dan ketersediaan infrastruktur awal seperti listrik, air, serta akses jalan. “Lebih baik bila lokasi ibukota baru nanti tidak jauh dari pelabuhan, sehingga biaya logistik untuk pengembang tidak terlalu mahal,” ujar Eman.

Baca juga : BNI Syariah Kembangkan LinkAja Syariah

Kedua, untuk menciptakan kota baru dibutuhkan regulasi atau payung hukum yang kuat, sehingga pengerjaan proyek memiliki kejelasan hukum. Pengelolaan ibukota baru nantinya juga perlu diatur sebuah otorita yang memiliki kewenangan apakah setingkat Pemerintah Kota (Pemkot) atau dibentuk Badan Pengelola (BP) seperti BP Batam.

Ketiga, terkait dengan investasi, dibutuhkan insentif-insentif bagi swasta yang menjadi pionir dan membiayai sendiri pembangunan kota baru. Keempat, terkait jaminan keamanan (secure) tanah dan pengendalian tanah. REI berpendapat pemerintah perlu mengendalikan tata ruang dan mengimplementasikan tata ruang tersebut dengan baik.  

Baca juga : AP I Alihkan Penerbangan Tambahan Dari Adisutjipto ke Bandara Baru Yogyakarta

Dengan begitu, maka swasta lebih mudah melakukan pembangunan tanpa perlu direpotkan dengan negosiasi rumit untuk menggunakan atau mendapatkan tanah. “Pemerintah harus mampu mencegah dan mengontrol harga tanah, sehingga swasta tidak berspekulasi untuk membeli tanah di situ. Ini juga sangat penting bagi pengembang,” kata dia. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.