Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menteri Desa PDTT Mengajak Lulusan Universitas Trilogi Mengabdi Ke Daerah

Sabtu, 26 Maret 2022 19:59 WIB
Menteri Desa PDTT Mengajak Lulusan Universitas Trilogi Mengabdi Ke Daerah

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia menjadi salah satu negara yang akan menikmati bonus demografi, sehingga kunci keberhasilan Indonesia mengkonversi bonus demografi menjadi berkah, adalah terletak pada kemampuan menyiapkan generasi usia produktif yang berkualitas, dalam hal ini adalah generasi Z dan X. Hal tersebut disampaikan Menteri Desa Pembangaunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, dalam sambutan pada acara wisuda Unversitas Trilogi.

Dengan tema "Membangun Kemandirian Generasi Penerus Yang Tanggung Untuk Indonesia Gemilang," Menteri Desa PDTT, menegaskan, inilah saatnya para mahasiswa, para sarjana, kaum terpelajar, ambil bagian dalam membangun Indonesia dari pinggiran, mewujudkan Indonesia maju, dari desa. Selanjutya, disampaikannya juga bahwa kemajuan Indonesia ditentukan oleh kemajuan desa-desa seluruh Indonesia. Indonesia Gemilang, karena adanya nyala lilin dari 74.961 desa.

Prosesi wisuda yang diikuti 796 wisudawan secara drive thru ini mendapat apresiasi menteri Desa PDTT. "Karena itulah, saya berharap, para wisudawan yang di wisuda di Universitas Trilogi ini, akan kembali ke desanya masing-masing, dan berkiprah membangun desa, membersamai warga desa dalam meningkatkan ekonominya, serta membantu desa melakukan percepatan pencapaian 18 tujuan SDGs Desa," harap Abdul Halim Iskandar.

Berita Terkait : Prof. Tjandra: Perjuangan Pengendalian TB Harus Terus Kita Lanjutkan

Senada dengan Mendes PDTT, Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), Arissetyanto Nugroho, juga menuturkan saat ini wisudawan memang ditantang untuk segera kembali berbaur dengan keluarga dan lingkungannya.

"Para wisudawan harus melakukan kerja nyata untuk memberikan perubahan berbasiskan ilmu pengetahuan. Bukan sebaliknya membuat kegaduhan dan kegamangan di lingkungan. Ilmu pengetahuan sejatinya membawa energi perubahan yang baik. Ilmu pengetahuan merupakan penerang yang memudahkan manusia meniti jalan. Maka tidaklah tepat jika wisudawan yang telah memiliki ilmu yang cukup, justru tidak menjadi penerang bagi lingkungannya," tutur ketua yayasan yang menaungi Universitas Trilogi ini.

Sementara itu, Rektor Universitas Trilogi menyampaikan bahwa saat ini lulusan kampusnya terbukti tidak kesulitan mencari kerja, pasti mendapatkan pekerjaan, atau menciptakan kerja. Beberapa wisudawan bahkan sudah memiliki kelompok usaha di berbagai bidang dan berbagai sektor sebagai teknopreneur dan sosiopreneur.

Berita Terkait : Apresiasi Kiprah IPDN Di Usia Ke-66, Mendagri: Lulusannya Harus Jadi Agen Perubahan

"Bahkan 83% mereka yang diwisuda hari ini telah mendapatkan pekerjaan pada masa menunggu lebih dari 3 bulan saja, namun yang perlu dicatat ada 10% masa tunggu kerjanya hanya 1-2 bulan sebelum lulus, bahkan 17% hanya menunggu 1-2 bulan setelah lulus," ujar ekonom ini.

Terkait dengan tema besar wisuda, Rektor juga berharap agar wisudawan bisa menjadi generasi penerus bangsa dan dapat mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. "Pembangunan Nasional Generasi muda diharapkan mampu bertanggung jawab dalam menjaga Pancasila, keutuhan NKRI, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian kesadaran Generasi muda akan kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya semakin meningkat," pungkas Rektor Universitas Trilogi ini.

Sebagai tambahan, Universitas Trilogi memiliki berbagai program studi, diantaranya S1 dan S2 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Desain Produk, S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Informatika, S1 Agribisnis, S1 Agroekoteknologi, S1 Ilmu dan Teknologi Pangan, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan S1 Pendidikan Guru PAUD (PG-PAUD). [ARM]