Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rightsizing Langkah Strategi Perusahaan Bertahan di Era Digital

Senin, 20 Juni 2022 10:58 WIB
Rightsizing Langkah Strategi Perusahaan Bertahan di Era Digital

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada era serba dinamis seperti saat ini, rightsizing tidak hanya diartikan sebagai tindakan memotong jumlah karyawan, namun sebagai tindakan yang dilakukan oleh perusahaan agar karyawan berada pada posisi atau jabatan yang tepat, atau dikenal dengan istilah “right man on the right place”. Beberapa perusahaan yang sudah menerapkan konsep rightsizing ini adalah Blue Bird, Shopee dan HM Sampoerna.

Blue Bird menilai bahwa rightsizing tidak selalu berkaitan dengan perampingan atau pengurangan jumlah karyawan. “Kami memandang rightsizing tidak selalu berkaitan dengan perampingan. Namun lebih jauh dari itu, kami lebih mengacu pada bagaimana setiap orang dapat bekerja dengan optimal untuk memberikan layanan terbaik,” kata Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono dalam keterangan tertulisnya pada RM.id.

Berita Terkait : BNPT Latih Santri Perkuat Pencegahan Radikalisme Melalui Dunia Maya

Menurutnya, Proses ini membuat perusahaan mendefinisikan lagi deskripsi pekerjaan dan mengatur ulang struktur karyawan sehingga potensi yang dimiliki oleh perusahaan dapat dimaksimalkan dengan baik. Dengan demikian, akan terwujud kinerja perusahaan yang lebih efektif dan efisien. Perusahaan lain yang ditengarai melakukan rightsizing adalah Shopee.

Mengutip Kompas, e-commerce ‘orange’ ini dikabarkan akan melakukan penyesuaian pada arah bisnis, khususnya terhadap karyawan yang bekerja di divisi ShopeeFood dan ShopeePay, di sejumlah wilayah operasional seperti Asia Tenggara, Eropa dan Amerika Latin.

Berita Terkait : Lawan Persebaya, Beckham Janji Hibur Bobotoh

"(Mengingat) ketidakpastian yang meningkat dalam ekonomi yang lebih luas, kami percaya bahwa adalah bijaksana untuk membuat penyesuaian yang sulit tetapi penting untuk meningkatkan efisiensi operasional kami dan memfokuskan sumber daya kami," ujar CEO Shopee Chris Feng dalam memo internal yang dilihat The Strait Times Singapura.

Sejalan dengan Shopee, langkah serupa juga dilakukan oleh PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) di mana perusahaan mengalihkan kegiatan usaha penyediaan jasa kepada PT Philip Morris Sampoerna International Service Center (PMSISC) yang juga anak usaha dari PT Philip Morris Indonesia. Langkah ini diambil perusahaan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan dan lebih fokus pada kegiatan utamanya.

Berita Terkait : Investasi Di Startup Digital, Perusahaan Telekomunikasi Bisa Untung

Seperti apapun bentuk rightsizing yang akan dilakukan oleh perusahaan, langkah tersebut penting dilakukan untuk menghadapi lingkungan bisnis yang semakin dinamis dengan mempersiapkan karyawan agar selalu bersiap diri dan meningkatkan kompetensi serta menjadikan perusahaan sebagai lingkungan kerja di mana karyawan dapat berkembang. [ARM]