Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Workshop Akreditasi Lamemba di UP, Bahas Kurikulum Akuntansi Era Digital
Selasa, 21 Juni 2022 22:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Program Studi S2 Akuntansi Indonesia (APSSAI) menggelar Workshop Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (Lamemba) dan Pembahasan Kurikulum yang digelar secara luring selama tiga hari mulai 21-24 Juni, di Universitas Pancasila (UP), Jakarta Selatan dan dibuka Rektor Univeraitas Pancasila Prof Dr Edie Toet Hendratno SH, pada Selasa (21/6).
Sekretaris Workshop Akreditasi Lamemba dan Pembahasan Kurikulum Dr Sekar Mayangsari Ak CA MSi CMA di sela-sela workshop mengatakan, digelarnya kegiatan inj berkaitan dengan pengembangan kurikulum berbasis outcome based education (OBE) serta sebagai bentuk sosialisasi akreditasi dari Lamemba.
"Kedua hal ini sangat penting karena kurikulum menjadi poin utama penilaian akreditasi baik nasional maupun internasional. Kenapa mesti berkumpul? Sebab, harus ada poin-poin untuk bisa mendapatkan learning outcome yang bisa disepakati seluruh pengelola program studi S2 Akuntansi. Artinya, minimal lulusan S2 Akuntansi memiliki pengetahuan, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan sikap tertentu. Jadi mesti memiliki keunikan dan harus melebihi standar supaya bisa meraih akreditasi unggul," terang Sekar.
Baca juga : Rightsizing Langkah Strategi Perusahaan Bertahan di Era Digital
Ketua Panitia Workshop Akreditasi Lamemba dan Pembahasan Kurikulum Dr Ir Mombang Sihite MM menyampaikan workshop ini sangat penting untuk menyamakan kualitas lulusan magister akuntansi agar mampu memberikan outcome yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Terlebih, kebutuhan industri sudah berubah saat ini. Digitalisasi dan big data misalnya bisa menjadi bagian kurikulum ke depan. Jadi kita tidak lagi bisa dengan menggunakan pola lama. Karena itu, kita perlu duduk bersama agar tidak masing-masing membuat kurikulum. Memang diakui setiap program studi memiliki kekhususan, tapi juga harus ada benang merah dari program studi tersebut," jelas Mombang yang juga dosen di Universitas Pancasila.
Sementara Ketua Umum APSSAI Prof Dr Abdul Halim MBA Akt menambahkan penetapan UP sebagai tuan rumah workshop kali ini dilakukan APSSAI secara aklamasi, beberapa waktu lalu. Workshop kali ini merupakan pertemuan pertama APSSAI secara luring setelah pandemi.
Baca juga : Menkominfo & Dubes Uni Eropa Bahas Peluang Investasi Sektor Digital
Adapun peserta workshop yang hadir yakni dari 37 perwakilan program studi S2 Akuntasi dari seluruh Perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Sejak berdiri APSSAI dirintis mulai dari proses pertemuan di Surabaya, Yogyakarta, Surakarta, dan Jakarta. Secara legal formal, APSSAI berdiri sejak 2017. Saat ini sedikitnya 50 program studi S2 akuntansi dari perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia tercatat sebagai anggota APSSAI.
Pertemuan workshop ini, lanjut Abdul, perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi dalam menyusun kurikulum yang sesuai ketentuan pemerintah. Pasalnya, dalam workshop akan muncul pemikiran-pemikiran baru, sehingga ada yang perlu disempurnakan, ditambah, dan dikurangi, lantaran kurikulum bersifat dinamis.
"Misalnya, kurikulum tidak lepas dari teknologi, bagaimana kurikulum kita ke depan. Itulah pentingnya kami menggelar pertemuan melalui workshop ini agar memiliki pandangan yang sama ke depan dalam menyusun kurikulum," pungkas Abdul. [ARM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya