Dark/Light Mode

Ancaman Siber di Indonesia Melonjak

Kaspersky Catat Pertumbuhan Bisnis dan Dorong Implementasi SOC

Kamis, 9 April 2026 16:15 WIB
Foto Dok Kaspersky
Foto Dok Kaspersky

RM.id  Rakyat Merdeka - Lanskap keamanan siber di Indonesia mengalami peningkatan signifikan beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru Kaspersky, sepanjang tahun lalu terdeteksi dan diblokir 14.909.665 serangan berbasis web dan 39.718.903 ancaman pada perangkat di Indonesia. Selain itu, 20% perusahaan di Indonesia juga mengalami serangan rantai pasokan pada periode yang sama.

Kaspersky melaporkan pertumbuhan bisnis positif secara global, di Asia Pasifik (APAC), dan di Indonesia. Secara global, Kaspersky mencatatkan hasil penjualan positif yang tumbuh 4% year-on-year (YoY) mendekati USD 836 juta pada tahun 2025. Ekspansi ini terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan 16% YoY dari portofolio produk B2B perusahaan. Di Asia Pasifik, pertumbuhan YoY secara keseluruhan sama dengan dinamika global yaitu +4% YoY. Penjualan bisnis Kaspersky di kawasan ini tumbuh 12% YoY di segmen B2B dan 22% YoY di segmen enterprise pada tahun 2025. Pertumbuhan segmen perusahaan non-endpoint bahkan mencapai 40% YoY di Asia Pasifik.

Baca juga : Uji B50 Sukses, Indonesia Makin Dekat dengan Swasembada Energi

"Kaspersky telah mengembangkan teknologi dan layanan kelas dunianya selama hampir tiga dekade. Karena Asia Pasifik memimpin dunia dalam transformasi digital, penggunaan AI, dan adopsi cloud, hasil kuat kami yang konsisten di Asia Pasifik menunjukkan bahwa Kaspersky berada pada posisi strategis untuk mengamankan perluasan digital di kawasan ini," ujar Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky dalam keterangan tertulis pada media, Kamis (9/4).

Indonesia, sebagai pasar prioritas Kaspersky, mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan penjualan 3% YoY. Segmen B2C perusahaan mencatat hasil sangat kuat dengan peningkatan 48% YoY. “Tahun lalu, kami menunjuk Country Manager pertama kami di Indonesia, Defi Nofitra, sebagai tanda keseriusan kami dalam mengembangkan bisnis di Indonesia. Tahun 2025 merupakan awal yang baik baginya dan timnya yang semakin berkembang," tambah Adrian.

Baca juga : Dukung Ketahanan Energi,Indonesia Minta Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Munculnya ancaman yang semakin canggih—termasuk Advanced Persistent Threats (APT), serangan berbasis AI, dan eksploitasi seluler—mendorong organisasi untuk beralih dari pendekatan keamanan reaktif ke strategi proaktif berbasis intelijen seperti membangun Security Operations Center (SOC).

Menurut penelitian terbaru Kaspersky, 58% pemimpin dan pengambil keputusan TI di Indonesia percaya bahwa membangun SOC dapat meningkatkan tingkat keamanan siber mereka. Selain itu, 65% perusahaan di negara ini berencana meningkatkan SOC dengan AI, dengan 53% menyebut efektivitas deteksi ancaman sebagai alasan utama. Namun, tantangannya mencakup 47% kekurangan data pelatihan berkualitas tinggi, 37% kekurangan spesialis AI internal, dan 29% kekurangan solusi yang sesuai di pasaran.

Baca juga : Indonesia Berpotensi Jadi Lumbung Pangan Dunia

"Seiring dengan meningkatnya ancaman siber yang menargetkan perusahaan-perusahaan di Indonesia baik dari segi volume maupun kompleksitas, organisasi tidak dapat lagi mengandalkan sistem keamanan yang terfragmentasi. SOC terintegrasi, yang didukung oleh SIEM dan intelijen ancaman real-time, sangat penting untuk memungkinkan deteksi ancaman dini, respons insiden yang cepat, dan menjaga pertahanan bisnis yang berkelanjutan," jelas Defi Nofitra, Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky.

Sebagai respons, Kaspersky telah membangun SOC generasi berikutnya yang berevolusi dengan integrasi AI untuk deteksi, respons, dan otomatisasi. Implementasi SOC diperkuat melalui integrasi dengan sistem Security Information and Event Management (SIEM) dan penggunaan intelijen ancaman real-time. "Dengan implementasi SOC terintegrasi ini, Kaspersky menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat ketahanan siber Indonesia dan melindungi aset digital di tengah lanskap ancaman yang semakin dinamis," tambah Defi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.