Dark/Light Mode

Tokenisasi Aset Melejit, Nilai Pasar Tembus 32 Miliar Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 10:22 WIB
Ilustrasi tokenisasi aset yang kian diminati investor setelah kapitalisasi pasar RWA menembus 32 miliar dolar AS pada Juni 2026. (Dok. IST)
Ilustrasi tokenisasi aset yang kian diminati investor setelah kapitalisasi pasar RWA menembus 32 miliar dolar AS pada Juni 2026. (Dok. IST)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sektor tokenisasi aset atau Real-World Assets (RWA) mencatat pertumbuhan pesat sepanjang 2026. Berdasarkan data RWA.xyz yang dikutip Pintu Academy per 17 Juni 2026, kapitalisasi pasar tokenisasi aset telah mencapai 32,38 miliar dolar AS, melonjak drastis dibandingkan hanya 1,8 miliar dolar AS pada awal 2024.

Pintu Academy, platform edukasi dari aplikasi PINTU, menyebut lonjakan tersebut didorong oleh semakin masifnya adopsi teknologi blockchain oleh institusi keuangan global serta meningkatnya minat investor ritel untuk mengakses pasar investasi internasional secara lebih fleksibel.

Tokenisasi aset merupakan representasi digital dari aset dunia nyata, seperti saham, obligasi, maupun emas yang diterbitkan dalam bentuk token di jaringan blockchain. Setiap token memiliki nilai yang setara dengan aset dasarnya atau rasio 1:1.

Melalui teknologi ini, proses investasi menjadi lebih efisien karena transaksi dapat dilakukan dalam hitungan detik, tersedia selama 24 jam sehari tanpa henti, serta memiliki tingkat transparansi yang lebih tinggi dibandingkan instrumen konvensional.

Baca juga : Rupiah Melemah Di Awal Pekan, Tembus Rp 17.813 Per Dolar AS

Perkembangan industri ini juga ditandai dengan masuknya sejumlah institusi keuangan besar dunia seperti BlackRock, JPMorgan Chase, dan Goldman Sachs ke sektor tokenisasi aset. Kehadiran mereka dinilai memperkuat posisi tokenisasi sebagai fondasi infrastruktur keuangan generasi berikutnya.

Optimisme terhadap prospek industri ini juga tercermin dari proyeksi firma riset McKinsey & Company yang memperkirakan nilai kapitalisasi pasar tokenisasi aset dapat mencapai US$2 triliun pada 2030.

Saat ini, tokenisasi saham perusahaan teknologi besar seperti Apple dan NVIDIA, serta tokenisasi komoditas seperti emas, menjadi instrumen yang paling diminati investor.

Di Indonesia, akses terhadap aset tokenisasi juga semakin terbuka. Melalui aplikasi investasi PINTU, investor dapat membeli aset tokenisasi yang mewakili saham perusahaan-perusahaan AS maupun emas fisik dengan modal mulai dari Rp11.000.

Baca juga : Easycash Perluas Akses Kredit, Pinjaman Tembus Rp 96,67 Triliun

Selain menawarkan modal awal yang relatif rendah, teknologi blockchain memungkinkan sistem self-custody, sehingga investor dapat memiliki kendali langsung atas aset yang dimiliki tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak ketiga seperti broker atau kustodian.

Dari sisi regulasi, perkembangan tokenisasi aset di Indonesia telah mendapat dukungan melalui penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 27 Tahun 2024 dan POJK Nomor 23 Tahun 2025. Regulasi tersebut memberikan landasan hukum bagi pengembangan dan investasi aset digital berbasis tokenisasi.

Secara global, sejumlah regulator keuangan seperti Federal Reserve dan U.S. Securities and Exchange Commission juga telah memberikan ruang bagi pengembangan instrumen investasi berbasis tokenisasi.

Meski menawarkan berbagai keunggulan, investor tetap diminta memperhatikan sejumlah risiko yang melekat pada instrumen ini. Risiko tersebut antara lain potensi gangguan atau eksploitasi pada smart contract, transparansi pengelolaan aset fisik oleh kustodian, serta risiko likuiditas saat aktivitas perdagangan sedang rendah.

Baca juga : Tekuk Korsel, Meksiko Tembus 32 Besar Piala Dunia 2026

Pintu Academy menilai tokenisasi aset bukan lagi sekadar tren sementara di industri kripto, melainkan bagian dari transformasi infrastruktur investasi global yang menggabungkan stabilitas aset dunia nyata dengan efisiensi teknologi blockchain. Sektor RWA pun dipandang sebagai salah satu segmen paling menjanjikan dalam ekosistem aset digital saat ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.