Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bersama BPKH, BSI Dorong Generasi Muda Berangkat Haji

Jumat, 16 Juli 2021 19:25 WIB
(Kiri) Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu dan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi Melakukan Penandatanganan PKS BPKH dengan BSI secara virtual
(Kiri) Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu dan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi Melakukan Penandatanganan PKS BPKH dengan BSI secara virtual

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Bank Penerima Setoran (BPS)-Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) periode 2021 – 2024. 

Melalui kerjasama tersebut Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan pihaknya siap menjalankan fungsi BPS-BPIH yang telah ditetapkan oleh BPKH.  BSI sebagai BPS berfungsi sebagai penerima, likuiditas, pengelola nilai manfaat, penempatan, mitra investasi, dan operasional BPKH.      

Berita Terkait : Selama PPKM Darurat, Smartfren Permudah Layanan Pelanggan

Hal tersebut mengacu pada PP Nomor 5 tahun 2018 tentang pelaksanaan UU Nomor 34 tahun 2004 tentang pengelolaan keuangan haji. Sebagai gambaran, total dana haji BPKH yang ditempatkan di seluruh BPS-BPIH hingga akhir 2020 berjumlah sekitar Rp45,33 triliun.

Melalui amanah besar itu, Hery menyebut BSI diproyeksikan menjadi pilihan utama masyarakat untuk merencanakan ibadah haji. Saat ini, ada dua produk bank syariah milik Himbara tersebut untuk melayani umat merealisasikan ibadah hajinya yaitu BSI Tabungan Haji Indonesia serta BSI Tabungan Haji Muda Indonesia. 

Berita Terkait : Bersama Garmin, Erajaya Group Hadirkan Jam Tangan Pintar

Nasabah cukup melakukan setoran awal tabungan senilai Rp100.000 untuk merencanakan ibadah haji sejak dini.  Selain itu BSI juga siap mengelola dana haji yang dihimpun melalui giro dan deposito. Sebagai catatan, hingga Juni 2021 penghimpunan dana haji mencapai Rp 20,34 triliun dalam giro dan deposito. 

“Ibadah haji tentunya adalah salah satu perencanaan yang harus disiapkan sejak lama mengingat panjangnya antrian, biaya yang harus dialokasikan secara disiplin serta menjadi kewajiban seorang muslim,” ujar Hery memaparkan.

Berita Terkait : Dana PEN Dorong Konsumsi Rakyat

Untuk itu berbagai strategi dilakukan untuk mengedukasi masyarakat berhaji muda di antaranya melalui program literasi BPKH “Ayo Haji Muda”. Selain itu, menggandeng berbagai mitra travel haji dan umroh dan Jaringan Sekolah Islam Terpadu. (ARM)