Dark/Light Mode

Universitas Pancasila Mengukuhkan Tiga Guru Besar

Rabu, 15 September 2021 12:49 WIB
Universitas Pancasila Mengukuhkan Tiga Guru Besar

RM.id  Rakyat Merdeka - Menurut data terakhir dari Kementerian Pendidikan dan Kebidayaan, Riset, Teknologi, jumlah Guru Besar (GB) di seluruh Indonesia hanya sekitar 5.000 orang, di mana lebih dari 80% di antaranya berada di Perguruan Tinggi Negeri.

"Krisis Guru Besar sesungguhnya merupakan masalah Indonesia secara umum, meskipun demikian, kita patut bersyukur, karena Universitas Pancasila berhasil menambah tiga Guru Besar di tengah pandemi saat ini," kata Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, SH., M.Si., FCBArb.

Berita Terkait : Universitas Pancasila Tutup PKKMB 2021 Secara Daring

Menurutnya, Perguruan tinggi tidak sekadar berfungsi mencetak Sarjana, Magister, maupun Doktor, melainkan juga harus mampu melahirkan seorang Guru Besar. Kampus yang mampu mencetak seorang Guru Besar, hal ini mengandung arti bahwa seorang Guru Besar pada hakikatnya adalah seorang pendidik, sekaligus peneliti yang hasil penelitiannya ditunggu oleh masyarakat luas sebagai bagian dari wujud pengabdian.

"Tidak semua orang, khususnya dosen, mampu meraih dan menyandang gelar Guru Besar. Tentu saja, motivasi seorang dosen dalam meraih gelar tertinggi ini bukan karena aspek sosial dan materiil, melainkan idealisme tinggi untuk memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa" jelasnya sesaat setelah mengukuhkan 3 Guru Besar Universitas Pancasila yaitu: Pertama, Prof. Dr. Sri Widyastuti, SE., MM., M.Si dalam Bidang Manajemen Pemasaran Strategik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (GB ke 17), Kedua. Prof. Dr. apt Ratna Djamil, M.Si dalam Bidang Ilmu Kimia Bahan Alam Fakultas Farmasi (GB ke 18), dan Ketiga Prof. Dr. apt. Yusi Anggriani, M.Kes dalam Bidang Farmasi Klinis dan Komunitas Fakultas Farmasi (GB ke 19) di Fakuktas Farmasi Universitas Pancasila, Jakarta Selatan (15/9).

Berita Terkait : Wapres Dorong PTM Terbatas Perguruan Tinggi, Syaratnya Sudah Divaksin

Dengan dikukuhkannya 3 (tiga) Guru Besar baru pada hari ini, lanjut Prof Edie,  berarti Universitas Pancasila memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya. Hal ini, tentunya akan membuat keberadaan Universitas Pancasila semakin diakui oleh masyarakat, sebab jabatan Guru Besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik. Dengan pengukuhan Guru Besar hari ini, diharapkan dapat menginspirasi para dosen tetap lainnya untuk segera mencapai posisi ini, ungkapnya.

"Menjadi seorang Guru Besar bukan akhir dari pencapaian karir seorang dosen, tetapi justru menjadikan gelar ini sebagai semangat yang senantiasa membangkitkan inspirasi baru, guna menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara", pungkas Prof Edie. (ARM)