Dark/Light Mode

Juara Mancing Ikan Mas

Sabtu, 11 September 2021 06:50 WIB
Ngopi - Juara Mancing Ikan Mas
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Dulu saya beranggapan, yang suka memancing adalah orang gila. Kakak saya pun sampai sempat saya sebut gila, karena setiap hari Minggu pergi ke empang untuk ikut lomba mancing ikan mas.

Tapi, saya akhirnya sadar. Aktivitas memancing ternyata bukan sebuah kegilaan. Ternyata, mancing justru menjadi obat penawar gila, alias stres, bagi orang yang sudah kelamaan menjalani aktivitas kantor dari rumah, sejak pandemi Covid-19 melanda.

Kesadaran saya akan hal itu muncul berawal dari ajakan kakak saya pergi ke lomba mancing ikan mas di Depok, dua pekan lalu. Padahal, saat itu saya sama sekali tidak punya niatan untuk keluar rumah. Saya seharian hanya ingin menghabiskan waktu libur hari Minggu berleha-leha di dalam rumah.

Berita Terkait : Belajar Aquascape

Tapi, karena kakak saya datangnya seperti hantu, tidak ngasih kabar, dan tiba-tiba sudah sampai rumah sekitar pukul 7 pagi, saya terpaksa mengiyakan ajakannya. Apalagi, dia sudah menempuh jarak cukup jauh untuk sampai ke rumah saya. Rumahnya di Bekasi, dan saya tinggal di sekitar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Belum lagi, saat datang dia juga sudah terlanjur membawakan seperangkat alat pancing dan umpan andalannya untuk saya. Kami pun akhirnya jalan berboncengan menuju empang di Depok.

Singkat cerita, di lomba hari itu tak ada satu pun dari kami yang pulang dengan membawa gelar juara. Kami hanya pulang dengan membawa ikan hasil pancingan masing-masing. Kakak saya dapet 18 ekor. Sedangkan saya hanya cuma empat ekor.

Berita Terkait : Klub Bola Zaman Batu

Sesampainya di rumah Mampang, saya minta diajarkan kakak tentang cara membuat umpan ikan mas, dan teknik memancing yang benar. Saya minta diajarkan karena masih awam, dan saya mulai tertarik dengan aktivitas mancing ikan mas.

Setelah saya sedikit paham tentang yang diajarkan, kakak saya lansung bergegas pulang ke Bekasi, dan berjanji akan ngajak saya mancing lagi di empang yang sama, pekan berikutnya. Ajakan itu langsung saya iyakan dan saya juga berjanji akan membuat umpan sendiri berdasar resep yang dia berikan.

Hasilnya, di lomba kedua yang diikuti 50 peserta, saya berhasil menyabet juara nominasi ikan terbanyak. Yaitu sebanyak 31 ekor, atau 10 ekor lebih banyak dari ikan hasil pancingan kakak saya. Hasil dari juara ini saya mendapat hadiah uang yang jumlahnya sama seperti biaya pendaftaran lomba. Yaitu sekitar Rp 500 ribu. [Danu Arifianto/Wartawan Rakyat Merdeka]