Dark/Light Mode

Bahaya Makanan Cepat Saji bagi Kesehatan Jangka Panjang

Jumat, 18 September 2026 22:41 WIB
Ilustrasi bahaya makanan cepat saji. (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi bahaya makanan cepat saji. (Gambar dibuat dengan AI)

Di era serba cepat sekarang, makanan cepat saji jadi pilihan banyak orang. Alasannya sederhana. Praktis harganya terjangkau, dan rasanya enak. Tinggal pesan dan lewat aplikasi atau mampir ke gerai, dalam hitungan menit makanan sudah di tangan. Burger, pizza, mie instan, sampai minuman bersoda sudah jadi teman sehari-hari anak sekolah, mahasiswa, hingga pekerja kantoran. 

Tapi kemudahan itu punya sisi lain yang perlu kita waspadai. Di balik rasa gurih dan praktisnya, makanan cepat saji menyimpan kandungan yang tidak baik kalau di konsumsi terus menerus. 

Secara umum makanan cepat saji dikenal tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi garam dan tinggi gula. Sayur dan buah hampir tidak ada didalamnya. Padahal tubuh kita butuh serat, vitamin, dan mineral agar organ bisa bekerja optimal. Selamakana, banyak makanan jenis ini yang menggunakan pengawet dan perasa buatan agar tahan lama. Minyak goreng juga sering di pakai untuk menghemat biaya. Semua itu membuat kerja liver, ginjal, dan sistem pencernaan lebih berat. 

Kalau kebiasaan ini diteruskan dalam jangka panjang, dampaknya mulai terasa satu persatu. 

Baca juga : Pengelolaan Sampah di Masyarakat Kunci Pencegahan Penyakit

Masalah pertama yang sering muncul adalah berat badan naik. Kalori dari makanan Cepat saji sangat besar, tapi tidak diimbangi dengan nutrisi yang membuat kenyang lebih lama. Akibatnya kita cepat lebih lapar lagi dan terus makan. Penumpuk lemak inilah kemudian memicu obesitas. 

Dari obesitas, penyakit lain ikut datang. Konsumsi gula dan lemak berlebih dalam waktu lama membuat pangkreas bekerja terlalu keras. Hal ini bisa memicu diabetes. Sementara itu, garam yang berlebih membuat tekanan darah naik. Pembuluh darah menjadi kaku dan mudah tersumbat. Serangan jantung dan stroke yang dulu banyak terjadi pada usia lanjut, kini sudah mulai menyerang usia muda. 

Sistem pencernaan juga kena imbasnya. Karena minim, usus bergerak lebih lambat. Orang jadi sering sembelit, perut kembung, dan tidak nyaman. Jika berlangsung lama, kesehatan usus besar juga bisa terganggu. 

Tidak hanya fisik, kondisi mental juga bisa terpengaruh. Makanan tinggi gula membuat kadar gula naik cepat dan lalu turun drastis. Efeknya badan lemas, mood berubah-ubah, mudah cemas, dan pola tidur jadi berantakan. Minuman bersoda yang biasa menemani makanan cepat saji juga beresiko kandungan gulanya menumpuk di hati dan lama-lama bisa menyebabkan perlemakan hati, bahkan pada remaja. 

Baca juga : Generasi Muda dalam Bayang-bayang Diabetes Akibat Gaya Hidup Tak Sehat

Yang paling rentang sebenarnya anak muda. Mereka tumbuh dilingkungan yang serba instan. Padahal di masa pertumbuhan, tubuh paling butuh makanan bergizi seperti ikan, telur, tempe, sayur, dan buah. Kalau sejak kecil dah terbiasa makan makanan berminyak dan manis, saat dewasa akan sulit mengubahnya. Akibatnya penyakit degeneratif bisa muncul lebih cepat dari seharusnya. 

Kuncinya ada pada membatasi. Makan cepat saji boleh, tapi jadi sebagai pilihan darurat saat benar-benar tidak ada waktu. Sehari-hari usahakan kembali ke makanan rumah. 

Beberapa langkah kecil yang bisa membantu. Pilih menu yang di panggang dari pada di goreng. Ganti soda dengan air putih. Biasakan makan sayur dan buah setiap hari, agar pencernaan lancar. Kalau sempat masak sendiri di rumah. Selain lebih sehat, kita bisa juga mengatur sendiri minyak, garam, gula yang di pakai. Jangan lupa sisihkan waktu bergerak. Jalan kaki, naik tangga, atau olahraga secara rutin membantu membakar kalori. 

Pemerintah juga ikut berperan. Label informasi gizi harus lebih jelas biar di baca. Iklan juga yang membuat anak-anak perlu juga di batasi agar mereka tumbuh dengan pola makanan tidak sehat. 

Baca juga : Scrolling Terus, Pola Hidup Sehatnya Kapan?

Makanan cepat saji memang membantu kita saat sibuk. Tapi kalau dijadikan kebiasaan, tubuh kita sendiri yang menanggung akibat nya dikemudian hari. Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Investasi itu di mulai dari hal paling sederhana, yaitu apa yang kita makan hari ini. 

Jaga tubuh baik-baik. Karena kita punya satu. Tubuh bukan hanya soal penampilan. Ia tentang tenaga untuk belajar, untuk bekerja. Kalau tubuh drop, semua rencana ikut tertunda.

Artikel ini ditulis oleh Celshe Permata Zebua, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu di edit oleh Lantan Sabila lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Alistasya, Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026 , Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM8 UINSU Stambuk2026d
IKM8 UINSU Stambuk2026d
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.