Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Cek Banjir, Kepala BNPB Pastikan Kebutuhan Dasar Warga Sintang Tercukupi

Sabtu, 20 November 2021 21:38 WIB
Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto memberikan arahan terkait penanganan darurat banjir Sintang di ruang VIP Bandara Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Sabtu (20/11). (Komunikasi Kebencanaan BNPB/Danung Arifin)
Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto memberikan arahan terkait penanganan darurat banjir Sintang di ruang VIP Bandara Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Sabtu (20/11). (Komunikasi Kebencanaan BNPB/Danung Arifin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah dilantik Presiden Jokowi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto langsung meninjau banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Sabtu (20/11).

Kunjungan kerja pertama ke Sintang guna melihat perkembangan penanganan banjir dan memastikan agar penanganan tanggap darurat berjalan dengan baik.

“Kehadirannya karena peduli dengan Kabupaten Sintang. Kami sangat mengharapkan agar banjir segera terselesaikan,” kata Suharyanto dikutip bnpb.go.id.

Dalam arahannya, Kepala BNPB meminta agar seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang agar mempersiapkan rencana jangka pendek dan jangka panjang. 

Adapun rencana jangka pendek adalah penanganan darurat harus dapat dilaksanakan sesuai marwah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Baca juga : Tinjau Banjir, Kepala BNPB Terbang Ke Kalbar Dan Kalteng

Di samping itu, Suharyanto meminta agar Pemerintah Daerah memastikan kebutuhan, seperti kebutuhan dasar logistik maupun peralatan bagi warga terdampak sudah tercukupi. Sebab, keselamatan masyarakat adalah prioritas yang utama dalam penanggulangan bencana.

“Hal-hal dasar yang menjadi kebutuhan warga yang terdampak harus betul-betul memastikan ketersediaannya. Baik logistik maupun peralatan lain. Karena yang menjadi prioritas utama adalah jiwa masyarakat. Kita mengenal slogan bahwa hukum tertinggi adalah keselamatan masyarakat,” jelas Suharyanto.

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid -19 ini meminta agar protokol kesehatan tetap ditegakkan di tengah penanganan darurat banjir, khususnya dalam penanganan warga terdampak maupun penyintas lainnya.

Mantan Sesmilpres itu mengingatkan bahwa akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 diprediksi akan mengalami kenaikan kasus dengan adanya Hari Raya Natal dan Tahun Baru, (Nataru) yang mana pada momentum tersebut dapat memicu terjadinya aktivitas masyarakat di luar ruangan dan munculnya kerumunan masyarakat.

Hal itu kemudian menurut Ketua Satgas harus diantisipasi dengan baik sehingga lonjakan kasus tidak terjadi.

Baca juga : Penyidikan Rampung, Kepala BPBD Kolaka Timur Bakal Segera Disidang

“Protokol kesehatan tetap harus diperhatikan. Agar tidak terjadi kenaikan kasus,” tandas Suharyanto.

Adapun mengenai rencana jangka panjang, lulusan terbaik Sesko TNI 2013 itu meminta agar seluruh komponen yang ada di daerah dapat merumuskan kebijakan dan melaksanakan segala upaya untuk pemulihan kondisi lingkungan di wilayah hulu agar dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

Menurut catatan BNPB, bahwa sejak 1990 hingga 2010 tidak ada banjir di wilayah Sintang. Namun hal itu berubah setelah terjadi kerusakan lingkungan dalam satu dekade terakhir.

Penurunan daya dukung lingkungan tersebut juga yang kemudian menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir, karena daerah cakupan resapan air telah rusak dan berubah fungsi.

“Kami memohon kerja sama Pemerintah Kabupaten Sintang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan nanti bersama-sama BNPB juga tentunya akan merumuskan dan melaksanakan segala upaya untuk mencegah agar banjir seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” kata Suharyanto.

Baca juga : Dilantik Jadi Kepala BNPB, Ini Harta Mayjen Suharyanto

Lebih lanjut, seluruh rencana jangka panjang tersebut tentunya juga diperlukan adanya kesadaran kolektif dan sinergi dari seluruh pihak seperti Pemerintah, komunitas, akademisi, masyarakat, dunia usaha hingga media massa, atau yang disebut dengan komponen pentaheliks.

“Kita perlu sinergi dan kolaborasi pentaheliks. Sehingga upaya yang dilakukan untuk perbaikan lingkungan supaya tidak banjir ini dapat terlaksana secara komprehensif,” tandasnya. [MFA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.