Dewan Pers

Dark/Light Mode

Internal Setan Merah Memanas

Ronaldo Jadi Biang Kerok

Rabu, 10 Nopember 2021 09:32 WIB
Cristiano Ronaldo. (Foto : Skysport)
Cristiano Ronaldo. (Foto : Skysport)

RM.id  Rakyat Merdeka - Internal Manchester United (MU) dikabarkan memanas usai kekalahan 0-2 dari Manchester City pada laga lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (6/11). Bahkan, aksi pemberontakan sempat terjadi di ruang ganti usai laga berakhir.

Dikutip dari The Sun, kemarin, Cristiano Ronaldo yang sejak pulang ke Setan Merah selalu ada di belakang pelatih Ole Gunnar Solskjaer, ditengarai jadi biang kerok aksi pemberontakan.

Dia berdiri di barisan paling depan pada gerakan ini. Aksi perlawanan Ronaldo dan kawan-kawan ke Solskjaer tak lepas dari kekecewaan mereka usai Setan Merah dipermalukan rival sekota, Manchester City, dengan skor 2-0.

Berita Terkait : Kebangetan, Mafia Tanah Incar Lahan Masjid Hingga Jalan Tol

Para punggawa The Red Devil merasa performa dan kinerja di bawah asuhan Solskjaer kian merosot. Kekecewaan kali ini sekaligus akumulasi atas buruknya penampilan MU saat dipermalukan Liverpool dengan skor 5-0 pada duel di Old Trafford.

“Mayoritas punggawa MU tidak puas akan kinerja Solskjaer. Para pemain mulai menunjukkan gerakan perlawanan di ruang ganti usai laga berakhir,” tulis media tersebut.

Ronaldo dan kawan-kawan menilai, standar dan level bermain MU telah menurun sangat jauh dibanding periode pertama dia bermain untuk klub. CR7 – julukan Ronaldo, sangat kecewa dengan situasi sekarang.

Berita Terkait : Man City Vs Man United, Setan Merah Bakal Babak Belur

Selain Ronaldo, Bruno Fernandes juga kecewa. Fernandes sejak awal menuntut MU menaikkan level. Namun, rangkaian hasil buruk membuat Fernandes makin kesal dan tidak percaya pada Solskjaer. Fernandes juga mengeluhkan minimnya instruksi yang diberikan sang manajer saat laga berjalan.

“Solskjaer bukan tipe manajer yang ekspresif. Dia bukan tipe Diego Simeone atau Antonio Conte yang terus berteriak dan memastikan pemain mengikuti instruksinya sepanjang laga berjalan,” katanya.

Menurut dia, Solskjaer lebih sering duduk di bangku cadangan sambil mengamati permainan. Sesekali dia akan berdiri, berada di area teknis, dan memberikan instruksi.

Berita Terkait : Bamsoet Dukung Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

“Solskjaer bukan tipe manajer yang berapi-api di pinggir lapangan,” imbuhnya.

Selain Ronaldo dan Fernandes, sejumlah pemain senior MU juga punya pandangan miring tentang Solskjaer. Mereka merasa manajer asal Norwegia itu masih belum cukup pengalaman untuk bekerja di tim sebesar MU. Selain itu, kini muncul rasa tidak puas dan khawatir atas perlakuan Solskjaer pada sejumlah pemain.

Kasus Jesse Lingard dan Donny van de Beek dikhawatirkan bisa membuat ruang ganti makin rumit. Sementara, Solskjaer belum menemukan solusi yang tepat untuk kedua pemain. [DNU]