Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kunker Ke Madinah, Menag Yaqut Bahas Kerja Sama Pencetakan Al-Quran

Rabu, 24 Nopember 2021 08:10 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas saat mengunjungi percetakan Al-Quran di Madinah.(Foto: Dok. Kemenag)
Menag Yaqut Cholil Qoumas saat mengunjungi percetakan Al-Quran di Madinah.(Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengunjungi Kantor Percetakan Al-Qur'an terbesar di dunia, Mujamma' King Fadh (Mujamma' al-Mālik Fahd lit Thibā'ati al-Mushaf asy-Syarīf)‎ di Madinah, Arab Saudi.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya menjalin kerja sama dalam percetakan Al-Qur'an yang sebelumnya dibahas dengan Menteri Urusan Islam Arab Saudi Syekh Abdullatif bin Abdulaziz.

Kehadiran Menag Yaqut disambut Sekretaris Jenderal Mujamma' King Fahd, Talal bin Razin Al-Rehil beserta jajarannya. Hadir juga, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, Sekjen Kemenag Nizar, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Staf Khusus Menag, dan Sesmen.

Berita Terkait : DPR Desak Kemendagri Tertibkan Ormas Kerap Terlibat Bentrokan

Menag Yaqut berharap, kerja sama penyediaan Al-Qur'an dengan pemerintah Saudi bisa segera terwujud. Menurutnya, pembahasan awal ini sudah dibicarakan dengan Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan.

Kerja sama percetakan Al-Qur'an ini, lanjutnya, akan menjadi bagian dari rencana pembangunan Islamic Center di Indonesia.

"Umat muslim Indonesia masih kekurangan mushaf Al-Qur'an. Jumlah penduduk muslim Indonesia kurang lebih 215 juta, kami baru mampu menyediakan 200 ribu pertahun," ujar Menag Yaqut di Madinah, Selasa (23/11).

Berita Terkait : Bertemu Gubernur Mekah, Menag Paparkan Kebijakan Umrah Indonesia

Menag Yaqut mengatakan, kerja sama pencetakan Al-Qur'an ini penting untuk menyediakan cetakan Al-Qur'an di Indonesia dengan kuantitas yang cukup dan kualitas baik.

Talal bin Razin Al-Rehil menyambut baik rencana kerja sama ini. Ia menjelaskan, setiap tahun Mujamma' King Fahd dapat mencetak 18 juta eksemplar mushaf Al-Qur'an. Proses pencetakan dan pentashihan Al-Qur'an dilakukan dengan sangat ketat.

"Dalam sistem keamanan kami ada sensor terhadap kemungkinan salah cetak. Sehingga, jika ditemukan kesalahan, maka mesin akan langsung berhenti otomatis. Untuk kualitas cetakan sendiri bisa tahan hingga 100 tahun," jelas Talal.

Berita Terkait : Kim Kardashian, Bantu Selamatkan Atlet Afghanistan

Talal menambahkan, percetakan Al-Qur'an Raja Fahd seluas 250 ribu meter persegi tersebut mencetak Al-Qur'an dan terjemahannya ke berbagai bahasa. [SRI]