Dark/Light Mode

Perkuat Pengendalian, Kementan Uji Coba Vaksin Oral Rabies

Kamis, 25 November 2021 18:55 WIB
Tim dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan saat memulai rangkaian uji coba penggunaan vaksin oral rabies di Kabupaten Buleleng dan Karangasem, Bali, Kamis (25/11)Ist
Tim dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan saat memulai rangkaian uji coba penggunaan vaksin oral rabies di Kabupaten Buleleng dan Karangasem, Bali, Kamis (25/11)Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperkuat pengendalian rabies di Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memulai rangkaian uji coba penggunaan Vaksin Oral Rabies (ORV) di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH Nuryani Zainuddin, Kamis (25/11).

Menurutnya, penggunaan ORV untuk mendukung program pengendalian rabies telah berhasil dilaksanakan di beberapa negara. Indonesia untuk pertama kalinya akan mencoba penggunaannya di tingkat lapang di Kabupaten Buleleng dan Karangasem, Bali. 

“Untuk tahap awal akan kita uji coba dulu jenis umpan yang sesuai di Indonesia, setelah itu baru kita uji coba vaksin oral rabiesnya,” kata Nuryani. 

Berita Terkait : Kementan Pastikan Stok Jagung Nasional Aman Di 2021

Dia menjelaskan, saat ini terdapat delapan provinsi yang dinyatakan bebas rabies, sementara provinsi lain masih tergolong wilayah tertular. Untuk wilayah tertular tersebut, strategi utama untuk pengendaliannya dengan pelaksanaan vaksinasi rabies secara massal dengan target 70 persen populasi hewan penular rabies, khususnya anjing. 

“Tantangan dalam vaksinasi massal adalah melakukan vaksinasi pada anjing yang diliarkan dan sulit untuk ditangkap dan divaksinasi secara parenteral atau disuntik,” jelasnya.

Nuryani meyakini, vaksin oral rabies memberikan alternatif untuk anjing yang memang sulit divaksinasi dengan cara konvesional. Dan hal tersebut dapat meningkatkan cakupan vaksinasi rabies sampai lebih dari 70 persen sesuai target. 

Berita Terkait : Tahap ke-129, Pemerintah Kembali Datangkan 4,3 Juta Vaksin AstraZeneca

“Yang perlu dicatat adalah vaksinasi secara oral bukan pengganti vaksin secara suntik. Tapi ini pelengkap untuk meningkatkan cakupan vaksinasi, khususnya anjing yang sulit dipegang atau ditangkap,” katanya.

Pelaksanaan uji coba umpan ini, jelas Nuryani, dengan menggunakan umpan yang belum berisi vaksin, namun berupa placebo yang berisi cairan berwarna biru dan diberikan langsung kepada anjing sasaran untuk menilai tingkat kesukaan anjing terhadap pilihan umpan yang tersedia. 

“Proses pecahnya placebo dalam rongga mulut dan kemudian diserap di mukosa mulut anjing, akan menyerupai pecahnya vaksin oral rabies yang akan diujicobakan kemudian,” tuturnya.

Berita Terkait : Kejar Target, Kang Emil Terima Bantuan 100 Armada Vaksin Keliling

Nuryani juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia melalui Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng dan Karangasem yang telah mendukung uji coba yang akan dilakukan tersebut. [KAL]