Dark/Light Mode

Kementan Pastikan Stok Jagung Nasional Aman Di 2021

Kamis, 25 November 2021 07:50 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Dirjen Tanaman Pangan Suwandi memantau lahan pertanaman jagung di Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (23/11). (Foto: Dok. Kementan)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Dirjen Tanaman Pangan Suwandi memantau lahan pertanaman jagung di Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (23/11). (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tanaman jagung merupakan jenis tanaman pangan yang tumbuh di banyak wilayah di Indonesia. Dengan berbagai jenisnya, jagung menjadi sumber pakan, konsumsi dan bahan baku industri.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan tren kebutuhan jagung nasional terus meningkat untuk kebutuhan berbagai kebutuhan, utamanya untuk pakan ternak, industri pangan dan konsumsi. Karenanya pemerintah secara serius melakukan upaya untuk meningkatkan volume produksi.

Berita Terkait : Presiden Tanam Jagung Pakai Traktor Bareng Petani Di Jeneponto

“Secara umum kondisi saat ini, kebutuhan jagung setahun untuk pakan, konsumsi, dan industri pangan sebesar 14,37 juta ton. Stok akhir jagung Desember 2020 sebesar 1,43 juta ton, dan proyeksi kami stok jagung 2021 sebanyak 2,85 juta ton,” jelas Suwandi, Rabu (24/11).

Suwandi menambahkan produksi jagung secara nasional tahun 2021 menurut prognosa Kementan dan BPS, luas panen jagung nasional Januari-Desember 2021 seluas 4,15 juta hektar, produksi bersihnya sebesar 15,79 juta ton dengan kadar air (KA) 14 persen. 

Berita Terkait : DPD BaraJP Banten Pastikan Setia Dalam Garis Komando Jokowi

Dan khusus Sulawesi Selatan selama ini dikenal sebagai salah sentra produksi jagung nasional, yang memiliki luas panen 377,7 ribu hektar dan bisa menghasilkan 1,82 juta ton jagung per tahun. Diperkirakan panen jagung Sulawesi Selatan pada November-Desember 2021 seluas 26.023 hektar.

“Maka dari itu, penguatan produksi di sentra sentra produksi kita kuatkan melalui pemanfaatan benih unggul, mekanisasi dan pasca panen yang baik,” tambahnya.

Berita Terkait : Kemenperin Pacu Industri Susu Nasional

Keterbatasan lahan yang ada, memerlukan upaya inovasi teknologi benih yang unggul, misalnya dengan menggunakan benih NASA 29 dan HJ21 yang merupakan produk inovasi Balitbang pertanian.
 Selanjutnya