Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menkes: Varian Omicron Belum Terdeteksi Di Indonesia

Senin, 29 Nopember 2021 23:47 WIB
Menkes, Budi Gunadi Sadikin
Menkes, Budi Gunadi Sadikin

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, bahwa Indonesia telah memiliki jaringan laboratorium yang mampu mendeteksi varian baru Covid-19 secara cepat.

“Dunia dan Indonesia sekarang sudah jauh lebih cepat dan lebih canggih mengidentifikasi varian-varian baru. Varian baru inilah yang menyebabkan lonjakan. Jadi setiap ada Alfa, Beta, Delta, setiap ada varian baru selalu terjadi lonjakan,” ujar Menkes,dikuti setkab.go.id .

Menkes menjelaskan, Varian Omicron diidentifikasi pertama oleh GISAID (Global Initiative on Sharing All Influenza Data) pada 9 November 2021. Setelah itu, pada 24 November 2021 Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status Varian under Investigation (VuI) dan pada 26 November 2021 ditingkatkan menjadi Varian of Concern (VoC). 

Berita Terkait : Cegah Varian Omicron, Kemenhub Perketat Pintu Masuk Internasional

Indonesia kemudian menindaklanjuti status Varian Omicron tersebut pada 28 November.

“Kenapa ini menjadi varian of concern (VoC) cepat? Karena dia mutasinya sangat banyak dan mutasi-mutasi yang berbahaya dari varian-varian sebelumnya ada di sini. Mutasinya ada sekitar 50,” ujarnya

Hingga saat ini, Varian Omicron belum terdeteksi di Indonesia. Untuk mencegah masuknya varian ini, Pemerintah mengambil kebijakan berbasiskan data terutama mengenai negara yang telah memiliki kasus konfirmasi positif dengan Varian Omicron maupun negara yang diduga terdapat konfirmasi kasus.

Berita Terkait : Gus Muhaimin: Varian Omicron Jangan Dianggap Enteng

“Kebijakan yang kita bikin berbasis data. Kita juga melihat faktor risikonya siapa saja yang banyak penerbangannya datang di Indonesia,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Menkes menegaskan, bahwa Pemerintah akan memperketat semua jalur masuk negara baik dari darat, laut, maupun udara.

“Kita akan pastikan semua kantor karantina pelabuhan udara, laut, dan darat bekerja dengan keras. Kebijakan kita semua kedatangan internasional nanti akan kita tes PCR. Kalau positif harus akan di genome sequence sehingga kita tahu apakah ada varian baru atau tidak,” tandasnya. [MFA]