Dewan Pers

Dark/Light Mode

Antisipasi Ekskalasi Bencana, Mensos Mobilisasi SDM dan Perbanyak Lumbung Sosial Di Titik-Titik Rawan

Rabu, 8 Desember 2021 15:27 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto: Humas Kemensos)
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto: Humas Kemensos)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menginstruksikan kepada seluruh jajaran di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk bergerak cepat mengantisipasi cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini terjadi.

Curah hujan yang tinggi, membuat bencana terjadi di sejumlah daerah serta menimbulkan kerugian materi dan korban jiwa. Potensi bencana tidak hanya menimbulkan risiko terjadinya banjir, banjir bandang, longsor, cuaca ekstrem, atau kekeringan.

Namun juga bencana lain, seperti erupsi atau letusan gunung berapi dan juga retakan tanah sebagaimana terjadi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Berita Terkait : Cek Lokasi Bencana Banjir-Longsor Di Kecamatan Sibolangit, Mensos Instruksikan Pendirian 7 Titik Lumbung Sosial

Risma telah memobilisasi seluruh sumber daya, baik SDM maupun bantuan logistik untuk mengatasi dampak bencana. Dia memerintahkan para pejabat Eselon I untuk turun langsung ke sejumlah daerah yang menjadi titik bencana. Di antaranya, di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian Papua.

Unit pelaksana teknis (UPT), yakni balai-balai milik Kemensos di seluruh pelosok Tanah Air, mendapat tugas menjadi penyedia buffer stock . Sehingga, bantuan akan lebih cepat dimobilisasi ke titik-titik bencana. Dengan begitu, masyarakat terdampak bencana akan lebih cepat menerima bantuan.

Risma, juga meminta jajarannya berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk memetakan kawasan yang rawan terhadap ancaman bencana.

Berita Terkait : Antisipasi Peningkatan Mobilitas, Pengawasan Prokes Kudu Ditingkatkan

Kawasan Pantai Selatan Pulau Jawa merupakan salah satu yang menjadi perhatian, karena merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi Klmatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi gelombang tinggi.

"Saya minta kawasan yang rawan bencana, bisa didirikan lumbung sosial termasuk di Selatan Pulau Jawa. Kita tidak ingin terjadi bencana susulan. Namun, bila itu terjadi, masyarakat yang terputus aksesnya, tidak akan kelaparan," beber Risma dalam kunjungannya di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Selasa (7/12).

Risma mengecek kondisi lumbung sosial di Sekretariat Badan Kerja Sama Antar Daerah (BKAD), di dekat Kantor Kecamatan Tebelian, Kabupaten Sintang. Mantan Wali Kota Surabaya ini didampingi Bupati Sintang Jarot Winarno, dan staf. Menjelang sore hari, Risma juga mengecek kesiapan lumbung sosial di Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang.

Berita Terkait : Airlangga: Realisasi Perlindungan Sosial Capai Rp 117,3 Triliun

Di Tempunak, Risma mengecek bantuan yang pernah diberikan untuk mengatasi dampak banjir. Lumbung sosial menjadi kebijakan umum Mensos sebagai salah satu upaya membantu kelangsungan hidup masyarakat terdampak bencana. Lumbung sosial didirikan di sejumlah daerah rawan bencana.

"Lumbung sosial tidak hanya berisi kebutuhan logisitik, makanan, namun juga beberapa kebutuhan yang menopang kelangsungan kehidupan sosial masyarakat terdampak bencana," beber Risma.

Saat terjadi bencana di Sintang, misalnya, pernah sampai satu bulan setengah dalam kondisi darurat karena mengalami mati lampu. "Maka di lumbung sosial tersebut tidak hanya berisi bahan makanan. Namun bisa berupa genset, bahan bakar, perahu karet, penjernih air, pompa air, tenda, selain juga bahan kebutuhan pokok," katanya.
 Selanjutnya