Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
1 Pilar Kereta Cepat Dirobohkan
Luhut Kecewa Berat
Jumat, 10 Desember 2021 07:40 WIB
Sebelumnya
Jodi Mahardi, Jubir Luhut, menegaskan, kalau bosnya kecewa dengan insiden tersebut. Luhut, kata Jodi, meminta agar insiden ambruknya pilar kereta cepat itu segera diinvestigasi.
“Hasil investigasi untuk segera dilaporkan ke tim KKJTJ (Komisi Keamanan Jembatan, dan Terowongan Jalan) dan K2K (Komite Keselamatan Konstruksi) Kementerian PUPR,” kata Jodi kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Baca juga : Tiang Kereta Cepat Timpa Eskavator, KCIC Tegur Kontraktor Lalai
Ia juga mewanti-wanti agar semua pihak yang terkait dengan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) memperhatikan keselamatan kerja. “Dan melaksanakan SOP sebaik mungkin,” tandasnya.
Kekecewaan juga disampaikan Presiden Director PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi. Setelah insiden itu terjadi, Dwiyana mengaku langsung mengecek ke lokasi ambruknya pilar tersebut di DK 46 Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dari hasil sidaknya, Dwiyana memastikan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Baca juga : Jeha, Populer Karena Curhat Diselingkuhi
“Operator yang menjalankan ekskavator berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum reruntuhan menimpa,” katanya dalam keterangan pers, kemarin.
Namun, Dwiyana meluruskan, kalau pilar yang ambruk itu memang karena sengaja dirobohkan. Hal itu terpaksa dilakukan karena Tim Quality PT KCIC dan Konsultan Supervisi CDJO menemukan pergeseran alignment pekerjaan pilar di DK46. Sehingga harus rework untuk dibangun kembali sesuai spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan.
Baca juga : Hari Kedua Di Bali, Jokowi Akan Hadiri Sejumlah Acara
“PT KCIC tidak mentolerir adanya kesalahan konstruksi yang melebihi dari toleransi yang dipersyaratkan,” terangnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya