Dewan Pers

Dark/Light Mode

Deteksi Omicron, Pemerintah Gunakan SGTF

Minggu, 12 Desember 2021 09:10 WIB
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (Foto: InfoPublik)
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (Foto: InfoPublik)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memastikan, hingga saat ini varian Omicron belum masuk atau terdeteksi di Indonesia. Kepastian itu berdasarkan hasil Whole Genom Sequencing (WGS).

Meski belum ada, tapi Pemerintah telah memperketat pintu masuk dari dan keluar negeri. Baik pintu masuk darat, laut, maupun udara. Semua yang dinyatakan positif dalam pemeriksaan polymerase chain reaction atau PCR, akan ditindaklanjuti dengan WGS.

Berita Terkait : Pemerintah Dan DPR Garap RUU Fintech

Dante mengatakan, Kemenkes telah menambah laboratorium pemeriksaan WGS dari awalnya berjumlah 12 unit, menjadi 14 unit laboratorium. Pemerintah juga sudah membeli alat tes PCR khusus untuk mendeteksi varian baru Covid-19 bernama ilmiah B.1.1.529 itu. “Namanya SGTF (S-gene target failure),” ungkapnya, di Jawa Tengah, kemarin.

Kemampuan test kit ini akan mendeteksi dan mengidentifikasi varian Omicron secara khusus dan mempercepat proses pengujian. Saat ini, diungkapkan dokter spesialis paru-paru itu, Indonesia sudah punya 30 kit SGTF. Satu Kit, berisi sekitar 124.

Berita Terkait : Antisipasi Omicron, PM Inggris Mainkan Rencana B

“Jadi kita punya 3.000 lebih kit yang akan mengidentifikasi Omicron dengan cara bukan WGS, tapi dengan menggunakan RNA,” beber Dante.

Kit berbasis RNA tersebut diutamakan untuk deteksi dini importasi Omicron di pintu masuk negara. Salah satunya, di Bandara Soekarno-Hatta. [DIR]