Dewan Pers

Dark/Light Mode

Antisipasi Omicron, PM Inggris Mainkan Rencana B

Kamis, 9 Desember 2021 17:50 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson [Foto: gov.uk]
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson [Foto: gov.uk]

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memberlakukan pembatasan Covid-19 lebih ketat setelah melihat keganasan varian Omicron.

Dia memerintahkan warga untuk bekerja dari rumah, memakai masker di tempat-tempat umum dan melakukan vaksin untuk memperlambat penyebaran varian terbaru virus Corona tersebut.

Berita Terkait : Pasar Antisipasi Omicron, Rupiah Meroket

Johnson mengatakan, Omicron menyebar cepat. Dia pun tak punya pilihan selain menerapkan Rencana B, selagi menanti program booster vaksin diluncurkan.

Meskipun masih jauh dari penguncian penuh atau lockdown, keputusan baru ini digambarkan sebagai pukulan bagi restoran, kafe, dan toko di pusat kota yang sangat berharap mendapatkan pemasukan lebih di momen Natal dan Tahun Baru.

Berita Terkait : Afrika Nunggu Belas Kasihan Negara Kaya

Banyak anggota parlemen di partai Johnson sendiri juga marah dengan pembatasan baru ini, akibat khawatir akan efeknya setelah ekonomi menyusut sebesar 10 persen tahun lalu.

Dalam konferensi pers dia menyatakan, sementara gambarannya mungkin menjadi lebih baik. Johnson mengaku sangat berharap hal itu akan terjadi. “Logika pertumbuhan eksponensial tanpa belas kasihan dapat menyebabkan peningkatan besar rawat inap, juga kematian," katanya, dikutip AP, Kamis (9/12).

Berita Terkait : Waspada Varian Omicron, Pemerintah Percepat Vaksinasi Anak-anak

Johnson, yang mencabut sebagian besar pembatasan di Inggris pada Juli setelah peluncuran vaksin yang cepat, berjanji menavigasi musim dingin tanpa menggunakan penguncian Covid-19 keempat. Namun dia mempertahankan Rencana B, sebagai cadangan. [DAY]