Dark/Light Mode

Sejuta Kasus Dalam Sehari

Dunia Alami Lonjakan Kita Harus Waspada

Kamis, 13 Januari 2022 07:05 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Setkab)
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Setkab)

 Sebelumnya 
Lalu Jerman, naik 2 kali lipat, dari 150 ribu menjadi 350 ribu kasus. Kemudian Belanda, juga naik 2 kali lipat, dari 85 ribu menjadi 160 ribu kasus.

Yang cukup parah, Prancis. Kasus di sana naik 36 kali lipat, dari 50 ribu, menjadi 1,8 juta kasus.

Sementara di benua Australia, Negeri Kanguru mengalami kenaikan 6 kali lipat, dari 9 ribu, menjadi 550 ribu kasus.

Baca juga : Vaksin Non Halal Boleh Digunakan Saat Kondisi Darurat

Di Asia, Jepang mengalami kenaikan 10 kali lipat, dari 30 ribu menjadi 300 ribu kasus. Vietnam naik 5 kali lipat, dari 25 ribu menjadi 136 ribu kasus. Thailand 3 kali lipat, dari 16 ribu menjadi 40 ribu kasus. Dan Singapura naik 2 kali lipat, dari 2 ribu menjadi 5 ribu kasus.

Meski demikian, sejauh ini kenaikan kasus di negara-negara tersebut tidak disertai kenaikan kematian signifikan. Namun, tetap tercatat adanya kenaikan kematian secara perlahan di beberapa negara. Salah satunya, di Vietnam.

“Hal ini menjadi pembelajaran kita bersama, meski varian Omicron dilaporkan bergejala ringan bahkan tanpa gejala, ternyata masih banyak faktor yang mempengaruhi angka kematian. Namun, beberapa faktor perlu dianalisis lebih lanjut,” beber Guru Besar Universitas Indonesia (UI) ini.

Baca juga : Naik Kelas, Kini Pakai Sleepwear Menjadi Outfit Harian

Beberapa faktor yang dimaksud adalah ketersediaan fasilitas kesehatan, kekebalan komunitas terutama pasca-vaksinasi, hingga keberadaan populasi rentan.

Adanya proporsi varian lain seperti varian Delta, juga perlu ditelaah, mengingat varian yang berbeda, karakteristiknya juga akan berbeda dalam infeksinya.

“Ini menjadi kewaspadaan bagi Indonesia. Karena Indonesia telah berupaya keras menurunkan kasus pada lonja­kan kedua, dan berusaha lebih keras pula mempertahankan kasus tetap rendah hingga hari ini,” tandas Wiku. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.