Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dongkrak Ekonomi, Pemerintah Terus Tingkatkan Penyaluran KUR Bagi UMKM

Jumat, 4 Maret 2022 21:54 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) menyalurkan KUR bagi UMKM, di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/3). (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) menyalurkan KUR bagi UMKM, di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/3). (Foto: Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kerja keras Pemerintah dan partisipasi seluruh masyarakat telah membuahkan hasil dengan terkendalinya pandemi Covid-19 yang secara konsisten telah mendorong peningkatan mobilitas masyarakat. Hal ini juga menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi mulai pulih kembali.

Perekonomian Indonesia mampu tumbuh positif sebesar 5,02 persen (yoy) pada kuartal IV-2021, dan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 sebesar 3,69 persen (yoy). Semua komponen permintaan agregat dan sektor ekonomi tumbuh positif. Situasi ini juga akan memicu peningkatan aktivitas bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pemerintah telah mendorong peningkatan akses dan pengembangan UMKM melalui peningkatan ketentuan porsi kredit UMKM yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah.

Berita Terkait : PBNU Dukung Program Pemerintah Berdayakan Petani Sawit

“Di tahun 2019, harga sawit sempat berada di kisaran Rp 900 per kilogram TBS. Di tahun ini, harga sawit mencapai harga tertinggi selama ini yakni sebesar Rp 3.600 per kilogram TBS. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi pekebun rakyat dan khusus untuk dana replanting sawit juga sudah dinaikkan menjadi Rp 30 juta per hektar dari yang sebelumnya Rp 25 juta per hektar,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, di acara optimalisasi penyaluran KUR klaster dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemulihan ekonomi, di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/3).

Pemerintah melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang berperan penting dalam percepatan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Pada 2022, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran PC-PEN sebesar Rp 455,62 triliun.

Program yang terdiri dari klaster penanganan kesehatan, perlindungan masyarakat, dan penguatan pemulihan ekonomi ini akan terus dimonitor secara intensif agar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Di tahun ini, UMKM juga akan mendapatkan prioritas dalam alokasi anggaran PEN guna mendorong pemulihan yang lebih cepat.

Berita Terkait : Pemerintah Diminta Tingkatkan Upaya Pemulihan Korban Bencana Alam

Penyaluran KUR terus menunjukkan peningkatan, yang realisasi KUR tahun 2021 meningkat 42 persen dibandingkan tahun 2020, sehingga mencapai Rp 281,86 triliun (98,9 persen dari perubahan target tahun 2021 sebesar Rp 285 triliun) dan diberikan kepada 7,4 juta debitur,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir, saat menyampaikan laporan dalam kesempatan tersebut.

Penyaluran KUR hingga 28 Februari 2022 tercatat sebesar Rp 55,06 triliun (14,75 persen dari target tahun 2022 Rp 373,17 Triliun) yang diberikan kepada 1,26 juta debitur. Sehingga total outstanding KUR pada 28 Februari 2022 sebesar Rp 412 triliun dengan NPL yang relatif rendah sebesar 0,98 persen. Porsi penyaluran KUR tahun 2022 per sektor terbesar disalurkan di sektor perdagangan (44,8 persen) disusul sektor pertanian (30,5 persen) dan jasa (13,7 persen).

“Pemerintah juga telah memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen dari akhir Juni 2022 menjadi akhir Desember 2022. Dengan demikian, suku bunga KUR sampai dengan akhir Desember 2022 hanya sebesar 3 persen. Selain itu, Pemerintah juga menyediakan grace period selama 5 tahun. Dengan dukungan tersebut, pekebun membayar cicilan setelah tanaman sawitnya menghasilkan,” ujar Airlangga.

Berita Terkait : Dorong Pemulihan Ekonomi, Lestari Minta Wisata Aman Digencarkan

Dalam pengembangan UMKM, Pemerintah mengeluarkan kebijakan antara lain, mewajibkan bank menyalurkan kredit minimal sebesar 30 persen dari total kredit pada tahun 2024, meningkatkan besarnya kredit UMKM menjadi Rp10 miliar, restrukturisasi kredit UMKM yang terdampak Covid-19, serta relaksasi kebijakan dan penambahan plafon KUR.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga melakukan penyerahan KUR secara kelompok, seperti untuk usaha bakso, kelapa sawit, pembuat songket, dan pekebun sawit. “Saya mengapresiasi pencapaian KUR Sumatera Selatan yang Non Performing Loan (NPL) rendah dan capaiannya meningkatkan 100 persen di tahun 2020 sekitar Rp 4,4 triliun, di tahun 2021 menjadi Rp 8 triliun,” pungkas Airlangga. [USU]