Dark/Light Mode

Temui SP PLN, Erick Thohir: Kita Satu Keluarga

Jumat, 8 April 2022 10:52 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Dirut PLN Darmawan Prasodjo bertemu dengan Serikat Pekerja PLN dan pekerja milenial PLN. (Foto: Instagram Erick Thohir)
Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Dirut PLN Darmawan Prasodjo bertemu dengan Serikat Pekerja PLN dan pekerja milenial PLN. (Foto: Instagram Erick Thohir)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, PLN adalah jantungnya Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan butuh banyak tenaga listrik. Apalagi, saat ini pemerintah tengah gencar membangun ekosistem kendaraan listrik.

Hal ini dikatakan Erick saat menyambangi Kantor PLN Pusat dan berbincang langsung dengan para pekerja PLN yang tergabung dalam Serikat Pekerja PLN serta pekerja milenial perusahaan pelat merah tersebut dalam acara bertajuk Menteri BUMN menyapa SP PLN dan Milenial, Kamis (8/4).

Selain Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, turut hadir Ketua Umum DPP Serikat Pekerja PLN Muhammad Abrar Ali dan Sekretaris Jenderal SP PLN Bintoro Suryo Sudibyo MM.

Pada sambutannya, Erick sempat menyampaikan sebuah pantun agar lebih membangun keakraban dirinya, direksi PLN dan para pegawai PLN. "Naik delman keliling Kota Tua, melihat senimannya, cicipi kulinernya. Kita songsong masa depan Indonesia, Energi PLN yang jadi penerangnya," kata Erick yang disambut tepuk tangan para pekerja.

Mantan Bos Inter Milan tersebut mengatakan dirinya sempat mendapatkan cerita jika dahulu posisi Serikat Pekerja PLN sering berseberangan dengan Menteri BUMN dan Dirut PLN. Namun, saat ini menjamin hal tersebut tidak lagi terjadi selama dirinya menjabat sebagai Menteri BUMN.

Baca juga : Erick Thohir: BUMN Adalah Sepertiga Kekuatan Ekonomi Indonesia

"Dirut (PLN) bisik-bisik, berkenan enggak ketemu sama sahabat pekerja di PLN. Ya berkenan saya, kita ini satu keluarga. Kita enggak mungkin sama-sama membangun sesuatu dengan perbedaan. Harus dengan persamaan, kadang kadang perbedaan itu terjadi, tapi kita tinggal cari titik temunya," ungkap dia.

Erick juga memastikan akan mengubah kebijakan yang membuat lemah posisi PLN. Oleh sebab itu, Erick meminta para pekerja PLN tidak khawatir dan meminta agar insan PLN bisa bekerja secara optimal membangun perusahaan energi tersebut.

"Pak Dirut (PLN) bilang, ketika tidak ada satu visi di antara kita, kita mudah diintervensi. Kalau kita solid, menteri mendapatkan data dan fakta yang transparan, saya enggak ragu bersama PLN direksi bersama komisaris dan semua mempertahankan eksistensi perjuangan PLN," ucap Erick.

Dukungan penuh Erick ini bukanlah tanpa alasan. Sebab, PLN adalah jantungnya Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan butuh banyak tenaga listrik. Sebagaimana saat ini pemerintah tengah gencar membangun ekosistem kendaraan listrik.

"Bagaimana mobil dan motor itu butuh listrik, industri butuh listrik. Indonesia secara ekonomi akan terus tumbuh sampai tahun 2045 dan ini butuh dukungan listrik dari PLN," ungkap dia.

Baca juga : Pertamina Prioritaskan Transisi Energi

Erick juga bercerita, PLN saat ini tengah menghadapi tantangan luar biasa, seperti kelebihan pasokan (over supply) listrik, tantangan berupa transisi energi, disruption in technology dan lain-lain. Namun untuk menjawab segala tantangan tersebut, Dirinya menginisiasi pembentukan holdingisasi di tubuh PLN. 

"Roadmap kita jaga supaya PLN makin kuat. Tidak mungkin saya membentuk holding untuk memperlemah PLN. Juga karena holding itu bukan berarti saya mendukung liberalisasi," tuturnya.

Terkait dengan aspirasi Serikat Pekerja soal masalah restrukturisasi, Erick menjamin tidak akan mengurangi porsi pegawai. Bahkan dengan PLN yang semakin ekspansif ke depan, porsi pegawai akan bertambah. Hal ini tentu dengan jaminan bahwa hak-hak pegawai tidak akan berkurang sedikit pun.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Serikat Pekerja PLN Muhammad Abrar Ali mengapresiasi kehadiran Erick Thohir dan memenuhi undangan Serikat Pekerja di acara tersebut. Abrar mengatakan, kehadiran Erick Thohir menjadi momen langka dan berharga karena memang selama ini menurutnya SP PLN sering berseberangan dengan Menteri BUMN.

"Ini momen bagi kita SP PLN dan adik-adik milenial, SP PLN mungkin selama ini mungkin selalu jadi musuh baik bagi menteri BUMN maupun direksi BUMN. Kami wakil pegawai dari Aceh sampai Papua. Ini semangat kolaborasi," tuturnya.

Baca juga : Erick Thohir Kaji Pembubaran 4 BUMN Mati Suri

Ia pun mengapresiasi perjuangan Erick sebagai nakhoda Kementerian BUMN  yang bertugas menjaga dan memagari seluruh perusahaan pelat merah dari kepentingan oknum-oknum tertentu. "SP PLN kalau tidak di belakang bapak, kami siap juga di depan bapak. Hari ini kami mendeklarasikan pak ET sahabat SP PLN," sambung Abrar.

Abrar mengatakan, kehadiran Erick Thohir juga menjadi tanda bahwa saat ini para pekerja PLN tidak sendirian lagi dalam berjuang. Hal ini karena ada Menteri BUMN Erick Thohir yang akan menemani perjuangan PLN menghadapi beragam tantangan ke depan.

"Meski baru hari ini baru sempat sambung rasa, apa yang menjadi beban tanggung jawab kami mewakili teman-teman PLN, semoga ini menjadi tonggak hubungan industrial yang lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

“SP PLN adalah bagian dari pemerintah dan kami sangat berhati hati dalam merespons suatu isu. Kami kedepankan diplomasi dan komunikasi, demo itu langkah terakhir karena kami ini juga abdi negara," tutupnya. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.