Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hadiri 4th Asia Pacific Water Summit Di Jepang

Jokowi: Indonesia Serius Tangani Isu Perubahan Iklim

Senin, 25 April 2022 23:11 WIB
Presiden Joko Widodo menekankan, bahwa perubahan iklim, pertumbuhan penduduk dan urbanisasi membuat tantangan dunia semakin kompleks, Selasa (25/4)
Presiden Joko Widodo menekankan, bahwa perubahan iklim, pertumbuhan penduduk dan urbanisasi membuat tantangan dunia semakin kompleks, Selasa (25/4)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo menekankan, bahwa perubahan iklim, pertumbuhan penduduk dan urbanisasi membuat tantangan dunia semakin kompleks. Banyak hal yang harus dilakukan bersama-sama, di mana keberlanjutan (sustainability) adalah kunci masa depan. 

Hal itu disampaikan Jokowi melalui pesan video di acara 4th Asia Pacific Water Summit di Kumamoto, Jepang pada 23 – 24 April 2022.  

Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia, Heri Akhmadi menyampaikan, bahwa kehadiran Indonesia dalam pertemuan 4th Asia Pacific Water Summit di Kumamoto, Jepang itu menunjukkan peran aktif dan kepemimpinan Indonesia dalam upaya penyelesaian bersama isu terkait air.

Berita Terkait : Kejuaraan Asia, 20 Atlet Bulutangkis Indonesia Bertolak Ke Manila

“Indonesia serius menangani isu perubahan iklim. Terkait isu air, Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan The 10th World Water Forum (WWF-10) pada tahun 2024. KBRI Tokyo secara aktif akan bekerja sama dengan Jepang untuk menyukseskan perhelatan dunia tersebut di Bali,” kata Dubes Hery dalam keterangannya, Selasa (25/4).

Dalam sambutannya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia untuk menanggulangi permasalahan terkait air, termasuk melakukan rehabilitasi terhadap 2 juta hektar sistem irigasi dan mengembangkan 500.000 hektar sistem irigasi baru.

“Penyelesaian 60 proyek bendungan di Indonesia akan meningkatkan ketersediaan air bagi sistem irigasi dari 11 persen menjadi 20 persen dan meningkatkan intensitas panen dari 2 kali setiap tahun atau 3 kali setiap dua tahun,” ujar Basuki yang didampingi KBRI Tokyo dan sejumlah pejabat Kementerian PUPR.

Berita Terkait : Perindo Apresiasi Pernyataan Tegas Jokowi Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Di sela-sela pertemuan, Menteri Basuki berkesempatan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Tetsuo Saito. Keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama upgrading bendungan di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Selain itu, dibahas pula kerja sama restorasi danau, dan upaya yang dapat dilakukan termasuk berbagi best-practices serta pengiriman pakar. 

Menteri Basuki juga melakukan pertemuan dengan Presiden JICA di Tokyo untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia – Jepang, khususnya terkait proyek yang tengah dilakukan oleh JICA di Indonesia. 

Berita Terkait : Cari Hunian di Kota Besar yang Memiliki Konektivitas Dengan Fasilitas Publik

Pertemuan 4th Asia-Pacific Water Summit berhasil mengadopsi Kumamoto Declaration, yang diharapkan dapat menjadi dokumen rujukan bagi penggulangan permasalahan terkait air di kawasan Asia-Pasifik. Pemerintah Jepang juga telah menyampaikan komitmen sebesar 500 miliar Yen untuk lima tahun ke depan, guna mengatasi permasalahan terkait air di kawasan Asia-Pasifik. 

Menteri Basuki juga menyempatkan diri untuk melihat lokasi pembangunan Gedung Kantor KBRI Tokyo yang rencananya akan selesai pada akhir tahun 2023.

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Negara/Pemerintahan dari Kamboja, Laos, Tuvalu, Uzbekistan dan Jepang, serta pejabat setingkat Menteri dari sejumlah negara ini digelar untuk berbagi pengalaman dalam menanggulangi isu terkait air, tidak hanya di Asia-Pasifik, tapi juga di seluruh dunia. [MFA]