Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gandeng Rusia, Rangkul Ukraina
Indonesia Siap Jadi Mak Comblang
Sabtu, 30 April 2022 07:59 WIB
Sebelumnya
Sementara, saat menelepon Putin, Jokowi mengatakan, menekankan pentingnya perang segera diakhiri. "Indonesia siap berkontribusi untuk upaya damai tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Putin menyampaikan terima kasih atas undangan KTT G20 dan beliau menyatakan akan hadir," ujarnya.
Jokowi menyatakan, Indonesia ingin menyatukan G20, jangan sampai ada perpecahan. "Perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia," ucapnya.
Baca juga : Kurikulum Merdeka Tingkatkan Kualitas Pendidikan Di Indonesia Yang Berkeadilan
Amerika, yang tadinya ngambek, kini terlihat senang dengan langkah Indonesia mengundang Ukraina. Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, Presiden AS Joe Biden memang ingin Ukraina ikut di forum G20 itu. "Undangan tersebut tentu saja kami anggap positif," kata Psaki, dalam pernyataan pers yang dimuat di laman Gedung Putih.
Anggota Komisi I DPR Sukamta memberikan acungan jempol kepada Jokowi atas upaya mendamaikan Rusia dan Ukraina itu. Kata dia, strategi Indonesia merangkul Ukraina dan menggandeng Rusia adalah langkah kompromi yang cerdik. Harapannya, semua negara hadir di forum tersebut dan tak ada lagi negara yang walk out karena ngambek. "Ini bisa jadi bagian dari penyelesaian konflik perang Rusia Ukraina," kata Sukamta, saat dikontak, kemarin.
Baca juga : Gandeng UI, Daewoong Pharmaceutical Perluas ‘Open Innovation’ di Indonesia
Politisi PKS ini menilai Indonesia bisa mendapatkan poin karena menghadirkan negara-negara yang terlibat konflik dalam forum tingkat tinggi. "Di situ, kalau Indonesia memanfaatkan kehadiran itu untuk penghentian konflik dan penyelesaiannya, itu kecerdikan yang luar biasa," ujarnya.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyampaikan pujian serupa. Kata dia, undangan ini patut diapresiasi sebagai bentuk kompromi dari Amerika dan sekutunya dengan Rusia yang sama-sama memanfaatkan G20 untuk menjadi medan konflik. "Undangan ini lebih baik daripada memenuhi permintaan yang tinggi dari Amerika Serikat untuk mengeluarkan Rusia dalam Forum G20," jelas Hikmahanto, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Jelang Mudik Lebaran, Danone Indonesia Gelar Sentra Vaksin di Kabupaten Bekasi
Sebagai balasan, tentu Indonesia sebagai pemegang presidensi G20 dapat meminta jaminan kepada Amerika Serikat dan negara sekutunya untuk tidak melakukan boikot dengan bila Rusia hadir. "Undangan kepada Ukraina pun diharapkan dapat diterima Rusia," sambungnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya