Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mentan Tinjau Posko Dan Peternakan Di Gresik, Pastikan Penanganan PMK Terkendali Dan Optimal

Selasa, 10 Mei 2022 19:06 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo (ketiga kiri) mengunjungi peternak dan posko penanganan PMK/Istimewa
Mentan Syahrul Yasin Limpo (ketiga kiri) mengunjungi peternak dan posko penanganan PMK/Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak ditemukan di sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim). Menyusul terjadinya kasus ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo gerak cepat turun ke lapangan. Syahrul mengunjungi Kabupaten Gresik, salah satu wilayah yang terkonfirmasi positif adanya penyakit ini.

Usai mengunjungi peternak dan posko penanganan PMK di daerah tersebut, Syahrul memastikan penanganan dan penanggulangan PMK di Jawa Timur berjalan baik dan terkendali.

Syahrul menegaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendukung penuh upaya berjenjang yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam penanganan dan pengendalian PMK di wilayah masing-masing.

“Saya bersama seluruh Dirjen di Kementan dan Forkopinda beserta Bupati Gresik dan empat Bupati lainnya hadir di lapangan. Ini menandakan apa yang diminta Bapak Presiden agar seluruh kekuatan di Pemerintah Pusat dan daerah secara serius melakukan penanganan maksimal,” ujar Syahrul di Balai Desa Sembung, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten Gresik.

Berita Terkait : KPK Imbau DPR Transparan Dalam Proses Pengadaan Gorden Miliaran Rupiah

Indonesia tercatat bebas PMK sejak 1986 dan mendapatkan pengakuan internasional pada 1990.

Syahrul berharap, berbagai upaya mitigasi yang dilakukan pihaknya bersama Pemerintah Daerah dapat optimal menekan penyebaran PMK di sejumlah wilayah dan mengantar kembali Indonesia sebagai negara bebas PMK. 

“Indonesia menjadi negara yang bebas PMK di Asia dari 1990, dan ternyata beberapa hari lalu kita harus berhadapan dengan PMK. Tetapi dari hasil tes dan pemantauan di lapangan, disertai jumlah yang terinfeksi dengan tingkat kematiannya yang bisa dikatakan rendah, kita harapkan PMK kali ini berada pada level ringan,” terang Syahrul.

Dukungan yang diberikan Kementan, lanjut Syahrul, tidak hanya sebatas pengerahan tim lapangan maupun obat - obatan. Dia memastikan, pihaknya akan bekerja cepat meneliti dan menghasilkan vaksin PMK.

Berita Terkait : Pantau Titik-Titik Rute Arus Balik, BNPB Pastikan Prokes Terkendali

“Kami akan terus bekerja, lakukan langkah-langkah terpadu yang dapat meminalisir angka penyebaran, baik dengan isolasi, lockdown wilayah atau kandang. Kami lakukan tracing dan intervensi obat-obatan. Secepatnya kami dapatkan serotype dari PMK ini, dan segera mungkin menghasilkan vaksinnya,” jelas Syahrul.

Di kesempatan sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi upaya Kementan dalam penanggulangan PMK dilapangan.

Dia mendukung penuh Kementan yang akan mempercepat dan mempermudah pihaknya dalam melakukan sejumlah strategi penanganan PMK.

“Pak Menteri sangat luar biasa, kami di daerah sangat berterima kasih. Sambil menunggu vaksin dari Kementan, lakukan pendataan yang valid dan terukur, dan sesuai arahan Pak Menteri. Kami akan lakukan pembukaan pelan-pelan pada pasar ternak tentu dengan pengecekan. Mudah-mudahan kita bisa hadapi PMK,” ungkapnya.

Berita Terkait : Tinjau 6 Posko Mudik, Menkominfo Pastikan Layanan Telekomunikasi Aman

Sebagai informasi, sejak ditemukannya kasus konfirmasi positif PMK awal Mei lalu di Jawa Timur, Kementan telah memberikan sejumlah bantuan.

Dalam kesempatan tersebut, Mentanj berkesempatan memberikan bantuan tahap kedua kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa Desinfektan, Antibiotik, Vitamin, Antiradang, APD dan sejumlah unit hand sprayer manual. [WHY]