Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jadi Guru Tamu, Mendikbudristek Masuk Kelas Bersama Desta

Sabtu, 14 Mei 2022 13:34 WIB
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim bersama Desta, masuk kelas VIII SMP Negeri 5 Jakarta. (Foto: YouTube Kemendikbudristek RI)
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim bersama Desta, masuk kelas VIII SMP Negeri 5 Jakarta. (Foto: YouTube Kemendikbudristek RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah suasana gembira para siswa menikmati pembelajaran tatap muka (PTM), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim tiba-tiba masuk kelas VIII SMP Negeri 5 Jakarta.

Bersama Desta yang sudah masuk terlebih dahulu, Mendikbudristek yang akrab disapa Mas Menteri ini hadir menjadi guru tamu menemani Ladi Diana Tarigan dalam segmen #masukkelas tayangan Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022 yang ditayangkan di kanal YouTube Kemendikbud RI, TV Edukasi, dan Indonesiana TV, Jumat (13/5).

"Apa kabar adik-adik? Waduh cerah sekali ini muka-mukanya. Senang banget ya bisa kembali ke sekolah. Saya ingin tahu nih dari adik-adik pengalaman tatap mukanya?,” sapa Nadiem, dikutip Sabtu (14/5).

Berita Terkait : Silaturahmi Virtual, Menteri Basuki Sapa Kepala Balai PUPR Di 34 Provinsi

Menanggapi pertanyaan Mas Menteri, salah satu siswa dengan semangat menceritakan pengalaman PTM-nya.

"Pengalaman PTM saya, menurut saya itu sangat menyenangkan. Karena waktu saya lulus SD saya belum pernah ketemu teman-teman saya sama sekali di SMP, jadi waktu kelas 7 sangat sedih tidak bisa ketemu teman-teman baru. Tapi sekarang sudah senang," urai Diandra.

Menteri Nadiem megutarakan, semangat gotong royong dan kemampuan berkolaborasi dari semua pemangku kepentingan pendidikan menjadi prinsip utama dalam melaksanakan PTM hingga 100 persen.

Berita Terkait : Jadi Jalur Alternatif, Polisi Mulai Membatasi Kendaraan Besar Di Puncak

Kepada Desta dan para siswa, Menteri Nadiem menuturkan semangat gotong royong ini adalah salah satu nilai terpenting dalam dalam mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

"Profil Pelajar Pancasila itu adalah tujuan besar Merdeka Belajar. Kurikulum Merdeka, Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, muaranya adalah menciptakan profil Pelajar Pancasila," ucap Mas Menteri.

Enam profil Pelajar Pancasila ini adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, kreativitas, kemampuan bernalar kritis, dan kemandirian.

Berita Terkait : Bangkitkan Musik Anak, Kemendikbudristek Gelar KILA

"Ini adalah enam profil Pelajar Pancasila yang nanti adik-adik di masa depan, waktu cari kerjaan, atau jadi wirausaha, atau jadi apa pun, ini akan menjadi skill-skill, kompetensi-kompetensi yang terpenting. Profil-profil terpenting," beber Nadiem.
 Selanjutnya