Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gandeng Bureau Veritas lndonesia, BKI Tingkatkan Kerja Sama Dekarbonisasi

Sabtu, 23 April 2022 11:26 WIB
Foto: Dok. Biro Klarifikasi Indonesia
Foto: Dok. Biro Klarifikasi Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI menggali potensi kemitraan bisnis bersama dengan PT Bureau Veritas Indonesia (BVI), guna meningkatkan kualitas layanan bagi klien BKI.

Direktur Utama BKI Rudiyanto mengatakan, potensi kerja sama tersebut salah satunya dalam hal dekarbonisasi dan emisi karbon, serta jasa penilaian atau pemeriksaan decommissioning anjungan lepas pantai.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU/Memorandum of Understanding) dengan perusahaan Jasa Survei (Testing, Inspection, Certification) global Bureau Veritas Indonesia sebagai lembaga independen dilakukan Kamis (21/4).

Berita Terkait : Gandeng Dai Milenial, Polri Masifkan Kampanye Islam Wasathiyah

“Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk para klien dengan menjaga kualitas pekerjaan," dalam keterangannya, Sabtu (23/4).

Seperti diketahui, BKI sebagai lead dari IDSurvey yang beranggotakan PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia telah memulai program dekarbonisasi secara nasional, dengan melibatkan tujuh BUMN sebagai objek penerapan.

Ia menuturkan, pihaknya memilih BVI karena sudah memiliki pengalaman panjang tentang pelaksanaan sertifikasi dekarbonisasi. Sehingga, kerja sama ini dapat mengoptimalkan perkembangan bisnis BKI ke seluruh sektor menjadi semakin baik lagi. "

Berita Terkait : Dukung Prestasi Atlet Bulutangkis, Scarlett Dan PBSI Teken Kerja Sama

Adanya kerja sama dengan BVI ini, juga kami harapkan akan ada pengakuan dari internasional,” akunya.

Country Chief Executive Bureau Veritas Group Indonesia Chris Murray mengungkapkan, BVI dan BKI merupakan perusahaan dengan latar belakang yang sangat mirip. Sehingga, ia melihat ada peluang yang sempurna untuk berkolaborasi bersama di Indonesia, terutama pada sektor dekarbonisasi.

"Kami yakin dapat berbagi pengetahuan sehingga bisa menemukan peluang untuk mengembangkan pengalaman dekarbonisasi Indonesia ke dunia,” pungkas Chris. [IMA]