Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pakar IPB: PMK Bisa Dikendalikan, Masyarakat Harus Jaga Kondisi Tetap Kondusif

Rabu, 25 Mei 2022 09:14 WIB
Pemeriksaan PMK terhadap hewan ternak/Ist
Pemeriksaan PMK terhadap hewan ternak/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengajar Analisis Risiko Pemasukan Hewan dan Produk Hewan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University Denny W Lukman mengatakan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bisa dikendalikan secara terukur, apabila semua orang memiliki peran yang sama terhadap pengawasan hewan masing-masing daerahnya.

"Sebenarnya, dalam undang-undang juga sudah tertulis, setiap orang yang mengetahui adanya hewan penular wajib melaporkannya," ujar Denny, Selasa (24/5).

Menurut Denny, masyarakat wajib menjaga situasi agar tetap kondusif jelang Idul Adha. Misalnya, tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi bohong dan meresahkan soal PMK. Sebaliknya, masyarakat harus menjaga kondisi agar tetap terkendali.

Berita Terkait : Layanan Kartu Sakti Mudahkan Masyarakat Akses Koleksi Perpusnas

"Masyarakat harus menjaga agar kita tidak larut dalam kepanikan dan tetap waspada. Terutama kepada pengangkut ternak, pedagang ternak dan peternak. Maka itu, dalam situasi seperti ini saya berharap hewan yang ada tidak dilalulintaskan," katanya.

Denny mengaku, sejauh ini dirinya memiliki perhatian besar terhadap pembuatan vaksin nasional. Menurutnya, pembuatan vaksin dalam negeri harus didukung bersama untuk kemajuan peternakan Indonesia.

"Kalau diproduksi sesuai dengan prosedur dan cara produksi yang baik sesuai yang ditetapkan oleh Kementan, saya percaya vaksinnya akan baik. Apalagi nanti kan melalui proses uji di BBPMSOH (Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan)," ujarnya.

Berita Terkait : Marak Isu Bahaya Mikroplastik, Masyarakat Diminta Bijak

Sebelumnya, Kementan terus melakukan pengawasan lalu lintas hewan yang masuk maupun keluar melalui pintu-pintu pelabuhan. Salah satunya di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. 

Di sana, Badan Karantina Pertanian bersama jajaran Polri melakukan pengecekan terhadap semua hewan baik yang datang dari Pulau Sumatera maupun yang keluar dari Pulau Jawa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan bahwa pengawasan yang dilakukan sudah berjalan baik. Bahkan fungsi teknis yang lainnya sudah berjalan sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

Berita Terkait : DPR Minta Masyarakat Waspada Di Keramaian

"Di Cilegon kita melakukan pemeriksaan maksimal yang dibantu oleh dokter hewan, sehingga tidak boleh ada kontaminasi dari PMK yang bisa kita abaikan. Bahkan sampel darah dan pemeriksaan lab bisa kita maksimalkan di tempat ini," ujar SYL.

Pemeriksaan berikutnya, kata SYL, semua hewan yang masuk ke Pulau Jawa harus melalui pemeriksaan. Semua mobil yang mengangkut hewan terlebih dulu dilakukan disinfeksi. Kalaupun ada hewan yang bermasalah, Kementan telah menyiapkan tempat instalasi karantina hewan.

"Saya yakin, menghadapi Idul Adha besok akan lebih ketat lagi, tetapi tidak membuat ribet dah tambah susah. Sampai dengan instalasi karantina untuk menyembuhkan, kita memilik back up yang cukup. Saat ini karantina seluruh Indonesia siaga 1 sampai 14 hari untuk memutus virus yang bisa berkembang lebih jauh," jelasnya.■