Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasca Pandemi Covid, Pemerintah Terus Dorong Pemulihan Layanan Pendidikan

Rabu, 15 Juni 2022 12:07 WIB
Webinar bertajuk Pemulihan Layanan Pendidikan Dampak Pandemi Covid-19. (Foto: Ist)
Webinar bertajuk Pemulihan Layanan Pendidikan Dampak Pandemi Covid-19. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk melakukan pemulihan pembelajar di masa pandemi. Mempertimbangkan pergerakan kasus Covid-19 yang mulai terkendali, pemerintah terus memperbarui dan melakukan penyesuaian kebijakan

dalam upaya mengoptimalkan pemulihan layanan pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) memiliki berbagai pilihan dalam upaya pemulihan pembelajaran. 

"Salah satunya dengan mendorong partisipasi peserta didik dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen yang aman dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan SKB 4 menteri yang sudah diterbitkan," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Paudikdasdikmen) Kemendikbudristek, Jumeri.

Hal ini disampaikannya dalam webinar Pemulihan Layanan Pendidikan Dampak Pandemi Covid-19, seperti keterangan yang diterima RM.id, Rabu (15/6).

Selain itu, Jumeri menambahkan, Kemendikbudristek memberi pilihan kurikulum pembelajaran kepada satuan pendidikan, sesuai kebutuhan.

Berita Terkait : Kemendikbudristek Imbau Seluruh Pemangku Kebijakan Dukung Pemulihan Layanan Pendidikan

Serta, memberi kelonggaran atas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Alokasi dana tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan prioritas selama masa pandemi Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sri Purwaningsih membeberkan strategi yang dapat dilakukan pemerintah sebagai upaya pemulihan pendidikan pasca pandemi.

"Bersama kementerian terkait, secara intensif kita harus terus melakukan pembinaan umum dan teknis sesuai kewenangan untuk meningkatkan dan menguatkan kapasitas Pemerintah Daerah (Pemda) dalam melaksanakan pemulihan pendidikan di masa pandemi Covid-19 sesuai dengan SKB 4 Menteri," terangnya.

Dia juga mendorong para kepala daerah untuk bersinergi dan mendukung kementerian dalam melaksanakan pembelajaran dan pendidikan yang aman di masa pandemi Covid-19.

Hal ini dilakukan untuk agar pemenuhan layanan pendidikan bagi semua warga negara terutama bagi anak usia PAUD di daerah pelosok tercapai.

Berita Terkait : Ulama Puji Langkah Puan Dorong Pembangunan Museum Nabi Muhammad Di Indonesia

Pada akhir paparannya, Sekretaris Ditjen Bina Pembangunan Daerah ini juga mendorong pemda untuk mengoptimalkan fungsi tim pembina Unit Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) tingkat Provinsi/Kabupaten/ Kota/Kecamatan dan tim pelaksana UKS/M satuan pendidikan untuk mendukung implementasi SKB 4 Menteri dalam pelaksanaan PTM 100 persen yang aman.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengoptimalan fungsi Tim Pembina UKS/M di daerah, khususnya di provinsi dan kabupaten/kota, yaitu penguatan dari segi perencanaan dan penganggaran dengan melakukan identifikasi aktivitas yang diperlukan oleh perangkat daerah yang terkait dengan UKS/M.

"Kemudian dipetakan dengan nomenklatur perencanaan dan penganggaran sebagaimana tertuang dalam Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 atau Kepmendagri Nomor 050-5889 Tahun 2021,” terang Sri Purwaningsih.

 

Sementara itu, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Erna Mulati, menyampaikan, pandemi Covid-19 memberikan kesempatan terbaik pada sistem kesehatan untuk melakukan transformasi dalam memitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya pandemi di masa yang akan datang.

Dijelaskannya, dalam masa pemulihan pendidikan pasca pandemi Covid-19, pihaknya terus mengupayakan optimalisasi peran tenaga kesehatan, keluarga, guru, dan masyarakat.

Berita Terkait : Kemendagri Dorong Pemda Percepat Pelayanan PBG

Kondisi ini diperkuat dengan melakukan penguatan penerapan protokol kesehatan di satuan pendidikan serta penyesuaian, atau modifikasi pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja. Baik di tingkat masyarakat maupun pada fasilitas pelayanan kesehatan.

"Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan edukasi upaya pencegahan Covid-19 melalui webinar seperti yang dilakukan hari ini," tutur Erna.

Dia berpesan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan serta mempercepat pelaksanaan vaksinasi lengkap untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19. ■