Dewan Pers

Dark/Light Mode

Program RJIT Kementan Bantu Petani Bengkayang Kalbar Kembangkan Budidaya Pertanian

Rabu, 15 Juni 2022 21:06 WIB
Jajaran Kementan saat meninjau RJIT di Kalbar/Ist
Jajaran Kementan saat meninjau RJIT di Kalbar/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menghadapi perubahan iklim adalah Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Program yang berkaitan dengan pasokan air bagi sektor pertanian ini dirasakan manfaatnya oleh Kelompok Tani Rindu Masa di Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, air merupakan kebutuhan mendasar dalam pertanian yang keberadaannya harus dijaga dengan baik.

Oleh karenanya, air menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian serius.

Berita Terkait : Layanan Kesehatan Bagi Jemaah Haji Bukan Kaleng-kaleng

“Pertanian tanpa air yang baik tentu akan sulit berkembang. Program yang diarahkan tentu bagaimana agar keberadaan air tak terganggu sama sekali," kata SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan, program RJIT merupakan upaya dari Kementan untuk terus menjaga tingkat produktivitas pertanian. Dengan air yang baik, maka diharapkan produktivitas dapat terjaga, bahkan terus meningkat. 

“Salah satu kunci sukses ketahanan pangan adalah produktivitas. Untuk menggenjot produktivitas pertanian, prasarana dan sarana pertanian harus terjamin dengan baik," ujar Ali.

Berita Terkait : Piala Presiden, Ini 3 Pemain Jepang Yang Bakal Bela Persija

Oleh karenanya, Ali menilai, program RJIT ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional, yakni menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor. 

Dalam kerangka hal tersebut, maka segala hal yang berkaitan dengan kelancaran distribusi air, oleh karena pertanian tak boleh terganggu oleh apapun. 

“RJIT ini adalah program water management. Tentu harus dipikirkan dengan baik kelancaran distribusi air, agar petani dapat dengan baik pula mengembangkan budidaya pertaniannya," ujar Ali.

Berita Terkait : Gus Halim: Kian Bagus Kinerja Pendamping Desa, Kian Berkualitas Perencanaan Desa

Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan Rahmanto merinci, program RJIT dengan spesifikasi teknis panjang saluran 50 meter, lebar penampang luar 350 centimeter, lebar penampang dalam 290 centimeter dan tinggi penampang dalam 100 centimeter itu, amat membantu petani dalam mengembangkan budidaya pertanian mereka.

Adapun pintu air dibangun dengan lebar 70 centimeter dan tinggi 130 centimeter. 

“Kami berharap petani dapat merasakan manfaat dan dapat menjaga dengan baik realisasi program RJIT ini," harap Rahmanto.■