Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gus Halim: Kian Bagus Kinerja Pendamping Desa, Kian Berkualitas Perencanaan Desa

Rabu, 15 Juni 2022 11:23 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didampingi Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlaela dan pejabat Eselon 2 membuka Rapat Koordinasi P3PD Sub Komponen 2A Tahun anggaran 2022 di Jakarta, Selasa (14/6). (Foto: Humas Kemendes PDTT)
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didampingi Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlaela dan pejabat Eselon 2 membuka Rapat Koordinasi P3PD Sub Komponen 2A Tahun anggaran 2022 di Jakarta, Selasa (14/6). (Foto: Humas Kemendes PDTT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja tenaga pendamping profesional berbanding lurus dengan kualitas perencanaan pembangunan desa. Semakin bagus kinerja pendamping profesional, maka semakin berkualitas pula Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Hal itu disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, saat membuka Rapat Koordinasi P3PD Sub Komponen 2A Tahun anggaran 2022, di Jakarta, Selasa (14/6). Abdul Halim Iskandar, didampingi Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlaela. 

"Kita berharap kegiatan seperti ini betul-betul membawa dampak yang signifikan, itu yang penting. Yang paling penting adalah membawa dampak yang signifikan, yaitu meningkatnya kapasitas tenaga pendamping profesional," ujarnya. 

Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar mengatakan, sebagai pendamping profesional, pendamping desa tidak boleh terjebak pada rutinitas administratif.

Mereka harus setia pada tugas dasar untuk mendorong peningkatan kapasitas Pemerintahan Desa dalam hal pendataan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.

Berita Terkait : Gus Halim: Calon Transmigran Harus Paham Potensi Wilayah Tujuan

Pendamping profesional juga harus mampu mengkolaborasikan tugas pendampingan dengan program-program pemberdayaan desa, unit kerja maupun dengan pemerintah daerah.

"Ukurannya banyak, bukan sekadar daily report, itu kan ukuran-ukuran kuantitatif. Tetapi ada ukuran kualitatif yang memang harus kita wujudkan, supaya keberadaan tenaga pendamping profesional itu betul-betul dihitung," sambungnya.

Selain itu, Gus Halim juga ingin keberadaan pendamping desa bisa berdampak pada peningkatan sinergitas perencanaan program dan kegiatan desa. Terutama, dalam hal penyusunan APBDes yang mendukung pencapaian tujuan SDGs Desa.

Menurutnya, baik atau tidaknya, serta sesuai atau tidaknya perencanaan suatu desa, dapat dilihat dari dari performance APBDes.

Dalam APBDes juga dapat dianalisa apakah program yang direncanakan berbasis pada masalah atau berbasis pada keinginan.

Berita Terkait : Perkuat Branding Produk Unggulan Desa, Gus Halim Gandeng Raffi Ahmad

"Baik atau tidak, sesuai atau tidak, berbasis masalah atau berbasis keinginan berbeda-beda, itu bisa dilihat dari performance APBDesnya. Pada saatnya nanti, performance APBDEs itu sedang dibawa ke mana, arah pembangunan desa di tahun anggaran itu, tahun anggaran sebelumnya dan kemungkinan di tahun yang akan datang akan terlihat," tutur Gus Halim.

 

Oleh karena itu, Kemendes PDTT terus mendorong desa agar bisa menyelesaikan pemutakhiran data desa berbasis SDGs desa.

Menurutnya, dengan penyusunan APBDes yang mendukung pencapaian tujuan SDGs desa, semua elemen desa akan mengetahui arah pelaksanaan pembangunan dalam kurun waktu satu tahun ke depan.

Dengan demikian, jalannya pembangunan dan roda perekonomian pedesaan menjadi lebih cepat. Masyarakat, juga menjadi lebih cepat merasakan hasil pembangunan lantaran penyusunan APBDes yang benar dan tepat sasaran.

"Nah inilah yang kemudian harapannya bisa dibaca lebih dekat dan detail bukan hanya oleh pendamping, bukan hanya oleh para perangkat desa, bahkan warga desa pun bisa membaca, sedang dibawa ke mana kita," ungkapnya.

Berita Terkait : Gus Halim Ajak Mahasiswa Berkarya Membangun Desa

Di akhir sambutannya Gus Halim menilai, saat ini kondisi APBDes masih sangat didominasi oleh infrastruktur. Menurutnya, hal tersebut sebenarnya tidak salah, asal sesuai dengan arah pencapaian tujuan SDGs desa.

Oleh karena itu, Ia menekankan agar pembangunan infrastruktur sesuai dengan kebutuhan di desa, bukan hanya keinginan untuk membangun infrastruktur.

"Ukuran kebutuhannya apa? Hari ini, seperti yang sering saya sampaikan, untuk pertumbuhan ekonomi dan pengembangan SDM," tandas Gus Halim. ■