Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sero Survei Ketiga Dijalankan Mulai Hari Ini, Mudah-mudahan Sebulan Kelar

Senin, 4 Juli 2022 14:48 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dalam keterangan pers virtual, Senin (5/7). (Foto: YouTube)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dalam keterangan pers virtual, Senin (5/7). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan, mulai hari ini, pemerintah kembali melakukan penelitian terhadap antibodi atau sero survei terhadap Covid-19. 

"Diharapkan, dalam sebulan ke depan, hasil penelitian antibodi tubuh terhadap virus tersebut dapat terlihat. Supaya pemerintah dapat mengambil kebijakan mengenai protokol kesehatan dan vaksinasi. Terutama, menjelang HUT Kemerdekaan RI," ujar Menkes dalam keterangan pers virtual, usai Rapat Terbatas PPKM, Senin (5/7).

Berita Terkait : Quarter Life Crisis: Ketika Dewasa Tak Semudah Yang Dibayangkan

Hasil sero survei pada Maret 2022 menunjukkan, 99 persen populasi memiliki level antibodi di angka 3.000-4.000. Angka ini melonjak, dibandingkan sero survei awal pada Desember 2021, yang menyatakan, antibodi level 400-500 dimiliki oleh 88 persen populasi.

Tingginya antibodi masyarakat, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rapor penanganan Covid-19 di Indonesia, terbilang cukup terkendali. Bahkan mulai menunjukkan tren pelandaian, di tengah kenaikan kasus Covid-19.

Berita Terkait : Gibran Semakin Moncer

"Indonesia bisa landai dengan jumlah kasus yang jauh lebih rendah. Hanya 4-5 persen dibandingkan puncak sebelumnya. Negara-negara lain, puncaknya sampai 30 persen. Salah satu hal yang menjelaskan adalah tingginya antibodi masyarakat kita, dalam sero survei terakhir pada Maret lalu," jelas Menkes.

Mengacu pada puncak kasus sebelumnya dan juga pengalaman negara-negara lain, puncak kasus umumnya dilalui setelah 30-40 hari sejak kasus pertama ditemukan.

Berita Terkait : Dari Inggris, Kang Emil Terbang Ke Swiss

"Saat ini, Indonesia sudah sekitar 30 hari. Jadi, masih ada 1-2 minggu ke depan. Ini ditunjang oleh data pemerintah. Biasanya, puncak tercapai, kalau dominasi salah satu varian sudah tinggi," terang Menkes. ■