Dark/Light Mode

Anggarannya Nggak Dipotong Selama Pandemi

Kominfo Justru Dikasih Duit Rp 27 T Buat Bangun Infrastruktur Digital

Senin, 11 Juli 2022 13:43 WIB
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: M. Ade Al Kautsar/Rakyat Merdeka)
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: M. Ade Al Kautsar/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani blak-blakan soal anggaran yang diplot ke kementerian dan lembaga (K/L) selama pandemi Covid-19.

Menurutnya semua anggaran K/L dipotong, kecuali Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Tidak dipotongnya anggaran Kominfo karena ada pekerjaan rumah (PR) besar yang sedang diselesaikan kementerian yang dinahkodai oleh Johnny G Plate itu.

Baca juga : Idul Adha Dimaknai Cinta, Kasih Sayang Dan Persatuan

Yakni membangun infrastruktur digital. Karena menurut Sri Mul, transformasi digital khususnya di masa pandemi Covid-19 memegang peranan penting. Hampir di seluruh sisi kehidupan.

"Kita lihatnya dari 3 aspek, digitalization dari citizens, digitalization economy dan ketiga digitalization dari government. Kita di Kemenkeu di 3 itu sangat penting," kata Sri Mulyani, dalam dialog dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022, Senin (11/7).

Karena itu, peran Kominfo untuk segera merampungkan infrastruktur digital cukup diperlukan. Tak heran, untuk sektor ini pemerintah rela jor-joran meskipun ekonomi saat pandemi tengah sulit. "Pertama tidak mungkin akan terjadi digitalisasi tanpa kita membangun infrastrukturnya," terangnya.

Baca juga : Dukung Adopsi Teknologi, Pemerintah Genjot Infrastruktur Digital Indonesia

Bahkan, saat banyak anggaran kementerian dipotong dan di-refocussing untuk penanganan pandemi Covid-19, anggaran untuk Kominfo justru ditambah. 

"Yang tidak dipotong hanya dua. Pak Johny Plate dan Menteri Kesehatan. Bahkan bukannya tidak dipotong, ditambah," sebut Sri Mulyani, disambut tepuk tangan hadirin.

Naiknya konsisten sejak tahun 2020 hingga 2022. Mulai dari Rp 20 triliun di tahun 2020, naik menjadi Rp 26 triliun di 2021 dan Rp 27 triliun di 2022. "Itu duit beneran lho pak, bukan uang monopoli ya," canda mantan bos Bank Dunia ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.