Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mentan Pastikan Peningkatan Produksi Gula Nasional Terus Dilakukan

Kamis, 21 Juli 2022 13:41 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo/Ist
Mentan Syahrul Yasin Limpo/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan bahwa peningkatan produksi gula nasional terus dilakukan melalui perluasan lahan (ekstensifikasi) maupun intensifikasi. Kementan bahkan berkomitmen memperkuat Kerja-kerja jajaran BUMN dalam memproduksi gula nasional dari hulu hingga hilir.

Menurut SYL, kebutuhan gula nasional secara umum mencapai 7,3 juta ton, sementara gula konsumsi sebanyak 3,2 juta ton dan gula industri 4,1 juta ton. Sedangkan produksi gula nasional yang ada saat ini hanya 2,35 juta ton.

Berita Terkait : BSI Dan LPEI Genjot Ekspor Nasional Lewat Pembiayaan Syariah

"Karena itu, Bapak Presiden minta agar langkah untuk memperkuat gula konsumsi dilakukan, berarti ada 850 ribu ton untuk disiapkan. Saya mendapat perintah bersama menteri lain, baik rawat ratun dari tebu maupun bongkar ratun," katanya.

SYL mengatakan, kebutuhan gula saat ini secara tidak langsung berpengaruh besar pada inflasi. Juga berpengaruh pada berbagai disrupsi atau pengurangan-pengurangan importasi dari negara lain. Karena itu, Kementan bersama BUMN dan kementerian lain akan melakukan penguatan secara cepat.

Berita Terkait : Titah Presiden Kepada Mentan: Siapkan Kebutuhan Gula Nasional

Menurutnya, Presiden mengharapkan dalam waktu cepat ada langkah-langkah bersama antara Kementan, BUMN, Perdagangan, Perindustrian, untuk mencoba mempersiapkan berbagai hal, minimal mempersiapkan gula nasional secara baik.

“Tadi Menteri BUMN diberikan arahan mulai dari hulu sampai hilir, dan menteri lain tentu sesuai dengan teknis kementerian atau tugas kementerian untuk memberikan dukungan agar BUMN bisa melangkah lebih cepat. Ini untjk memperkuat kebutuhan gula konsumsi, dan secara bertahap masuk gula industri," jelasnya.

Berita Terkait : Bapenda DKI: Penghargaan Dari Menkeu Hasil Kolaborasi

SYL menambahkan, masalah pangan menjadi perhatian serius dari Presiden. Pangan menjadi komoditi strategis dalam menumbuhkan ekonomi nasional.

"Bapak Presiden terus melakukan monitoring setiap satu minggu sekali terhadap masalah pangan. Dan kita bicara secara item by item, varitas, komoditi tertentu, sehingga pembahasannya detail dan pengambilan keputusannya juga detail," ujarnya.■