Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kemendes PDTT Ajak ASEAN Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata
Jumat, 22 Juli 2022 14:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sebagai focal point Senior Official Meeting on Rural Development and Poverty Eradication (SOMRDPE) Indonesia yang berada di bawah bendera ASEAN menggelar Regional Forum on Village Resouces Management and Poverty Eradication, di Obyek Wisata Semara Ratih, Desa Taro, Kabupaten Gianyar, Bali.
Arah kebijakan dari kegiatan ini sesuai dengan Framework Action Plan on Rural Development and Poverty Eradication (FAP RDPE) 2021-2025 yang telah disepakati bersama antar 10 (sepuluh) negara ASEAN yang mengambil tema pengembangan desa wisata.
Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil, Provinsi Bali, Putu Anom Agustina mewakili Gubernur Provinsi Bali. Turut hadir secara virtual, Head of the Poverty Eradication and Gender Division dari ASEAN Secretariat Chusana Han.
Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Sugito mengatakan, Indonesia memiliki 74.961 Desa dengan topografi yang beragam mulai dari daratan yang luas, sampai dengan lautan dan pulau-pulau kecilnya.
Baca juga : Menhub Ajak Swasta Kembangkan Bandara Komodo
Selain itu, laju pertumbuhan penduduk yang terus bertambah 1,1 persen per tahun merupakan tantangan yang cukup besar dalam upaya pengentasan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Salah satu sektor yang dapat mendongkrak peningkatan ekonomi dalam pengentasan kemiskinan adalah sektor pariwisata, yang juga sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Dengan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, peningkatan penerimaan devisa, penyerapan tenaga kerja pariwisata, dan kenaikan indeks daya saing pariwisata Indonesia," kata Sugito.
Pariwisata berbasis masyarakat merupakan level terendah dalam mengupayakan pengembangan sektor pariwisata, salah satunya adalah dengan pengembangan Desa Wisata.
Baca juga : Kejagung Tetapkan Eks Dirut Krakatau Steel Tersangka Korupsi Pembangunan Pabrik BFC
Hal ini dikarenakan adanya partisipasi masyarakat lokal dalam mengembangkan dan mengelola wisata yang terdapat di daerahnya dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat.
Pengembangan desa wisata yang dilakukan memiliki manfaat antara lain peningkatan taraf hidup masyarakat serta pelestarian budaya dan tradisi, penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan keberadaan industri kecil dan menengah, serta perluasan promosi produk lokal. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi tingkat kehidupan warga masyarakat.
Dipaparkan Sugito, data dari Pusdatin, Kementerian Desa PDTT, hingga tahun 2021 tercatat terdapat 57.273 BUMDes di seluruh Indonesia, di mana 5.043 BUMDes diantaranya mengelola Desa Wisata sebagai salah satu unit usahanya.
Sebagai salah satu upaya untuk mendorong kebangkita Desa Wisata di Indonesia menuju Desa Maju dan Mandiri, Kementerian Desa PDTT menyelenggarakan Lomba Promosi Desa Wisata Nusantara Tahun 2022 yang dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2022.
Baca juga : Di Y20 Summit, Puan Ajak Kaum Muda Jadi Agen Pembangunan Di Bidang Politik
Pada periode ini sebanyak 1.407 desa/BUMDes telah mendaftarkan potensi wisatanya ke dalam Aplikasi Desa Wisata Nusantara, yang selanjutnya telah terpilih 30 desa denganperingkat tertinggi mendapatkan like dalam aplikasi Desa Wisata Nusantara dan telah menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada Juni 2022 lalu.
"Dalam agenda Regional Forum on Village Resources Management for Rural Development and Poverty Eradication, diharapkan kita mampu mengakomodir isu-isu desa dan perdesaan terutama terkait pengembangan desa wisata di Indonesia khususnya, dan di kawasan ASEAN pada umumnya," tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya