Dewan Pers

Dark/Light Mode

Timnas Maroko

Kebangkitan Singa Atlas

Senin, 11 Juli 2022 07:00 WIB
Timnas Maroko. (Foto: AFP).
Timnas Maroko. (Foto: AFP).

RM.id  Rakyat Merdeka - Maroko masuk salah satu peserta Piala Dunia 2022 di Qatar. Ini penampilan kedua Maroko berturut-turut, setelah sebelumnya hanya mampu bertahan di babak grup.

Skuad Vahid Halilhodzic inimenyegel tempat di Qatar usai mengalahkan Republik Kongo dengan agregat kemenangan 5-2 di babak playoff kualifikasi, Maret silam.

Maroko mencapai playoff dengan memuncaki grup yang berisi Guinea-Bissau, Guinea dan Sudan. Mereka merengkuh 18 poin.

Ini akan menjadi penampilan keenam Maroko di Piala Dunia. The Atlas Lions- julukan Timnas Maroko, debut di Piala Dunia 1970 dan langsung tersingkir di babak penyisihan grup. Demikian pula pada tahun 1994, 1998 dan 2018.

Maroko menembus babak 16 besar pada edisi 1986 di Meksiko, dan hanya kalah tipis 0-1 oleh Jerman Barat.

Di Piala Dunia 2022 Qatar, Maroko akan bersaing dengan tim-tim kuat, seperti Belgia dan Kroasia. Tapi, bukan tak mungkin tim Vahid Halilhodzic menjadi paket kejutan bersama Kanada.

Berita Terkait : Timnas Makin Kinclong, Menpora Sanjung STY

Maroko memulai perjalanan ke Qatar dari putaran dua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Afrika. Mereka berada di Grup I Bersama Maroko, Guinea Bissau, Guinea dan Sudan.

Dari enam pertandingan dengan format kendang dan tandang, Maroko tampil dominan. Mereka berhasil melaju ke putaran selanjutnya setelah mengumpulkan 18 poin.

Sebanyak 10 gol berhasil digelontorkan Maroko dari enam laga yang diemenangi, dan hanya satu kali kemasukan.

Superioritas Maroko berlanjut di babak playoff, dengan format kendang tandang. Meski secara mengejutkan ditahan Kongo 1-1 pada pertemuan pertama, Maroko berhasil menang telak 4-1 di laga kendang, pada 29 Maret lalu.

Kemenangan agregat 5-1 akhirnya sukses mengantar Maroko sebagai salah satu dari lima wakil Afrika yang tampil di Piala Dunia 2022.

 

Maroko dilatih oleh pelatih kawakan, Vahid Halilhodzic. Pria 69 tahun ini ditunjuk menukangi Timnas Maroko pada Agustus 2019. Dia pelatih berpengalaman, sudah malang melintang di berbagai klub dan timnas.

Berita Terkait : Awas, Ledakan Dinamit

Halilhodzic mengawali karier kepelatihan di klub Maroko, Raja Casablanca, pada 1997. Di sana, Halilhodzic meraih gelar Liga Champions Afrika pada musim pertamanya.

Halilhodzic juga pernah membesut beberapa tim Prancis, yaitu Lille, Rennes, Paris Saint Germain dan Nantes. Namun, Halilhodzic terkenal sebagai sosok kontroversial yang berseteru dengan sejumlah pemain.

Dia mendapat kritik pedas dari media Jepang ketika melatih timnas selama tiga tahun pada 2015 sampai 2018, karena strategi bermain dan pemilihan skuad.

Halilhodzic juga kembali membuat keputusan kontroversi dengan meninggalkan pemain Chelsea, Hakim Ziyech di Piala Afrika beberapa waktu lalu, karena dianggap indisipliner.

Sang pelatih mengatakan, Hakim Ziyech tidak akan kembali ke Timnas Maroko selama dia memimpin. Hal ini membuat pemain 28 tahun itu akhirnya mengumumkan pensiun dari timnas di usia produktif.

Setelah Hakim Ziyech memutuskan pensiun dari timnas usai tak dipanggil untuk Piala Afrika 2021, maka perhatian publik akan berpusat pada Achraf Hakimi dan Youssef En-Nesyri.

Berita Terkait : KSP Minta Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Cegah Stunting

Achraf Hakimi kini membela Paris Saint-Germain sejak musim panas tahun lalu, setelah dibeli dari Inter Milan.

Meski posisinya sebagai bek, Achraf Hakimi termasuk pemain haus gol. Bersama PSG, dia mencetak empat gol dan enam assist dari 32 penampilan musim lalu.

Dari delapan pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022, Achraf Hakimi hanya satu kali duduk di bench. Sisanya tampil penuh. Dia ikut mencetak gol dalam kemenangan 4-1 Maroko atas Kongo. ■