Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peringatan 19 Tahun Bom JW Marriott

Kepala BNPT: Terorisme Tidak Boleh Terjadi Lagi Di Dunia

Jumat, 5 Agustus 2022 20:29 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar saat menghadiri peringatan 19 tahun bom JW Marriott, Jumat (5/8). (Foto: Humas BNPT)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar saat menghadiri peringatan 19 tahun bom JW Marriott, Jumat (5/8). (Foto: Humas BNPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menghadiri peringatan 19 tahun bom JW Marriott, Jumat (5/8).

Tragedi yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2003 ini menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 156 orang luka-luka.

Boy Rafli mengatakan, tragedi bom JW Marriott menjadi pengingat akan bahaya dan ancaman terorisme. Serta, menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat agar tidak ada lagi aksi teror yang terjadi di Indonesia dan dunia.

Berita Terkait : Kepala BNPT: Penanggulangan Terorisme Di Papua Menjadi Tugas Pemerintah Dan Masyarakat

"Peristiwa seperti ini tidak boleh terjadi lagi dan bergandeng tangan dalam melawan segala bentuk kekerasan, kita semua harus mengumandangkan bahwa peristiwa ini tidak layak terjadi di NKRI dan seluruh dunia," ujar Boy Rafli.

Dalam upaya pencegahan aksi terorisme dan ide-ide yang melatarbelakanginya, BNPT bersama unsur pemerintah dan masyarakat melakukan kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi.

BNPT juga telah menyelenggarakan forum yang mempertemukan antara korban/penyintas dengan mitra deradikalisasi yang menurut Boy Rafli menjadi katalisator pemulihan dan reintegrasi sosial kedua pihak.

Berita Terkait : Kepala BNPT: Setop Kekerasan, Tingkatkan Persatuan Di Bulan Ramadan

"BNPT terus mempromosikan dan melakukan national resilience dari pengaruh ide teror yang berbasis kekerasan yang tidak bisa dilakukan secara parsial, harus dilakukan dengan cara komprehensif dengan pendekatan soft dan hard," lanjut dia.

Senada dengan Kepala BNPT, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan, aksi teror seperti yang terjadi di JW Marriott tidak boleh terjadi lagi di Indonesia.

Dia mengatakan, pemerintah secara serius menanggulangi terorisme dari hulu ke hilir dengan melibatkan unsur masyarakat.

Berita Terkait : 19 Pemain Madura United Kepatil Covid, Laga Lawan Persipura Ditunda

"Dalam menyikapi terorisme pemerintah tidak tinggal diam, pemerintah telah mengadopsi whole government untuk melawan terorisme dari hulu ke hilir, kita juga menggandeng masyarakat untuk berkolaborasi karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri melawan terorisme," ungkap mantan panglima TNI ini.

 

Selain melakukan tabur bunga dan doa bersama, peringatan ini juga dijadikan momen peluncuran buku The Power of Forgiveness: Memoar Korban Bom JW Marriott yang ditulis oleh Toni Sumarno, salah satu korban bom JW Marriott 2003. ■