Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mahfud: Bjorka Cuma Mau Ngingetin, Bahwa Kita Harus Hati-hati

Rabu, 14 September 2022 16:06 WIB
Mahfud: Bjorka Cuma Mau Ngingetin, Bahwa Kita Harus Hati-hati

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan Nasional (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta masyarakat tetap tenang, di tengah isu peretasan data yang dilakukan hacker, yang mengidentifikasi diri dengan nama Bjorka.

Mahfud memastikan, hingga detik ini, tidak ada rahasia negara yang bocor, akibat ulah hacker tersebut.

Berita Terkait : KSBSI: BBM Naik, Gaji Buruh Juga Harus Naik

"Tidak ada yang bocor.  Ini cuma data-data yang sifatnya umum.  Perihal surat ini, surat itu, sampai detik ini, isinya belum ada yang bocor," tegas Mahfud dalam keterangan pers yang disampaikan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (14/9).

Mahfud bilang, motif di balik peretasan ini pun tergolong gado-gado. Ada politik, ekonomi, jual-beli dan sebagainya. Dan ini tidak membahayakan.

Berita Terkait : Tak Cuma Ratu Atut, Pinangki Juga Bebas Bersyarat Hari Ini

"Bahkan, kalau dilihat dari kesimpulan tadi, Bjorka sebetulnya tidak punya keahlian membobol yang sungguh-sungguh. Menurut persepsi baik kita, dia hanya ingin memberi tahu, bahwa kita harus hati-hati. Kita bisa dibobol dan sebagainya," ucap Mahfud. 

Dia pun mengungkap contoh kebocoran rahasia negara yang pernah terjadi.

Berita Terkait : Mahfud: Jihad Itu Membangun Martabat Kemanusiaan

"Kalau dulu, zaman Pak SBY, itu ada Wikileaks ya. Itu pembicaraan telepon Presiden dengan PM Australia, bisa tersebar. Pembicaraan Presiden dengan menteri-menteri pergi ke Singapura, dulu itu tersebar," beber Mahfud. ■