Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menaker Cek Penyaluran BSU Di Jatim

Sabtu, 1 Oktober 2022 13:01 WIB
Menaker Ida Fauziah salurkan BSU di Jawa Timur. (Foto: Ist)
Menaker Ida Fauziah salurkan BSU di Jawa Timur. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk melindungi para pekerja dari dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kali ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meninjau langsung penyaluran BSU di Jawa Timur, Jumat (30/9). 

Ida optimis penyaluran BSU bisa memenuhi target dan memberi manfaat bagi pekerja. Sehingga, subsidi ini diharapkan mampu meringankan beban para pekerja.

Optimisme itu disampaikan Ida saat mengunjungi KUD Tani Bahagia di Jalan Raya Pugeran, Gondang, Mojokerto, Jawa Timur.

BSU sendiri, kata Ida, merupakan salah satu apresiasi dan upaya Pemerintah kepada para pekerja dan pengusaha yang telah menyertakan para pekerjanya menjadi peserta BP Jamsostek. 

"Jadi BSU ini untuk meringankan para pekerja dalam memenuhi keperluan sehari-hari sebagai akibat dari kenaikan harga BBM," katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (1/10).

Berita Terkait : Jelang KTT G20, Kementan Perkuat Pengendalian Rabies Di Bali

Ia pun sempat melihat langsung para pekerja di KUD Tani Bahagia yang mengambil BSU dari mesin BNI Layanan Gerak (BLG). Beberapa pekerja pun sumringah ketika melihat rekeningnya sudah terisi. 

"Alhamdulillah, terima kasih Pak Jokowi, Bu Menteri. Uangnya sudah masuk tanpa ada potongan,” kata Triani, salah satu pekerja di KUD Tani Bahagia.

“Uangnya mau dipakai untuk apa?” tanya Menaker. “Mau dibelikan telor, kopi sama deterjen Bu Menteri,” jawabnya sambil tersenyum.  

Mendengar jawaban itu Menaker mengaku lega. Ia berharap BSU bisa memiliki manfaat bagi pekerja. "Kalau memang tak ada kebutuhan, ditabung juga bisa kok,” tegasnya. 

Kedatangannya ke Mojokerto selain untuk melihat langsung penyaluran BSU juga sekaligus sambang kampung halamannya.

Menurutnya, penyaluran BSU memiliki perbedaan di tiap tahunnya. Pada 2020, waktu itu Indonesia sedang menghadapi fase awal pandemi. Makanya angka PHK waktu itu sangat tinggi. Bahkan, banyak pekerja yang dirumahkan tanpa ada kejelasan.

Berita Terkait : Penyaluran BSU Dikebut, Jokowi: Saya Pantau Semuanya

”Setidaknya ada 29 juta pekerja yang terdampak waktu itu. Angka pengangguran tiba-tiba naik tajam,” jelasnya.

Waktu itu, lanjut Ida, BSU pada 2020 mencapai Rp 29,9 triliun. Karena, banyak yang terdampak serta para pekerja juga banyak yang dirumahkan karena ada pandemi.

“Makanya saya berterima kasih pada perusahaan yang tak melakukan PHK. Sampoerna dan MPS juga nggak ada PHK-kan? Jadi alhamdulillah,” jelasnya.

Menaker juga menjelaskan, pada 2021 juga sempat ditanya para pekerja apakah masih ada BSU. “Alhamdulillah masih ada Rp 8,7 triliun di 2021 untuk BSU. Termasuk juga untuk tahun ini ada BSU untuk bisa dimanfaatkan oleh para pekerja dengan baik,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, di era sekarang adanya kolaborasi yang baik antara sektor swasta dan pemerintah bisa bahu-membahu untuk kesejahteraan pekerja. “Memang kondisinya nggak seperti dulu, sebelum pandemi. Namun kita harus bisa syukuri. Mudah-mudahan BSU bisa meringankan para pekerja semua,” ucapnya.

Ida dalam kunjungannya didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker Indah Anggoro Putri, Direktur PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita, Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI) Sriyadi Purnomo, dan Ketua KUD Tani Bahagia Azhari Husnan. 

Berita Terkait : Menaker Tinjau Penyaluran BSU Di Tangerang-Bogor

KUD Tani Bahagia merupakan salah satu Mitra Produksi Sigaret (MPS) dari PT HM Sampoerna. Azhari Husnan selaku Pimpinan KUD menyambut baik program bantuan subsidi upah.

Azhari mengatakan, adanya BSU sangat bermanfaat bagi para pekerja. “Terima kasih, ini menunjang para karyawan untuk mencukupi kebutuhan hidup setiap hari,” katanya. 

Sekedar informasi, penerima BSU 2022 adalah sesuai dengan kriteria atau persyaratan sebagaimana Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja/Buruh. BSU dikirim melalui rekening Bank Himbara, dengan nilai sebesar Rp 600.000 per orang.

Selain menjadi peserta aktif program jaminan sosial BP Jamsostek sampai dengan Juli 2022, syarat penerima BSU lainnya yaitu Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan NIK. 

Lalu, syaratnya bagi para pekerja adalah mempunyai gaji/upah paling banyak sebesar Rp 3,5 juta atau bagi pekerja yang bekerja di wilayah dengan UMP/UMK lebih besar dari Rp 3,5 juta, maka persyaratan gaji menjadi paling banyak sebesar UMP/UMK dibulatkan ke atas hingga ratusan ribu penuh. 

Selain mengunjungi Mojokerto, Menaker juga mengunjungi Sidoarjo di PT. Maspion 2 untuk berdialog dengan para pekerja penerima BSU dan manajemen perusahaan, sekaligus memastikan BSU diterima sesuai dengan sasaran.